Pengolahan Limbah

Pengertian

Pengolahan Limbah, pengolahan bahan buangan dari suatu kegiatan, bahan sisa, bahan tidak terpakai dan lain – lain sejenis dari suatu kegiatan atau proses produksi. Dalam bahasan ini kita batasi pada limbah dalam bentuk cair. Dalam melakukan kegiatan ini, pada umumnya memerlukan beberapa perangkat dan wahana untuk melakukan proses kegiatan pengolahan limbah yang menjadi satu kesatuan unit terpadu.

Dan kesatuan unit terpadu tersebut disebut unit pengolahan limbah. Dan sering kali disebut dengan banyak istilah, antara lain sebagai berikut :

Prinsip & Tujuan

Pada dasarnya prinsip tujuan kerja sebuah pengolahan limbah adalah proses kegiatan atau produksi yang dibalik. Seperti pada pengertian awal, kegiatan ini adalah mengolah kembali barang buangan menjadi bahan dasar kembali. Hal ini merupakan prinsip utama dari unit pengolahan limbah.

Jika kita analogi kan prinsip ini pada saat kita membuat secangkir kopi, setelah kita manfaatkan hasil produksi / kegiatan ( setelah kopi habis diminum ), maka akan menghasilkan limbah ( ampas kopi pada bagian dasar gelas yang tidak dikonsumsi ). Jadi tujuan pengolahan limbah harus bisa memproses ampas kopi menjadi bahan awal ( kopi bubuk, gula dan air ), agar aman pada saat dibuang ke lingkungan. Itu hanya sebagai analogi saja karena kopi bisa langsung dibuang dialam tampa masalah berarti.

Sebenarnya Prinsip Kerja Seperti diatas itulah yang dikehendaki oleh Alam . Namun untuk membuat sebuah unit pengolahan seperti diatas secara umum memerlukan biaya yang sangat besar. Pada umumnya untuk tujuan tersebut di atas memerlukan biasa biaya minimal dua hingga tiga kali lipat dari biaya investasi, sehingga dibuat kebijaksanaan yang bersifat kompromi, yaitu batasan ambang batas.

Batasan – Ambang Batas

Dengan adanya kebijaksaan diatas maka dibuatlah peraturan untuk mengakomodasi hal tersebut berdasarkan kebijaksaan pemerintah setempat, bedasarkan peraturan dan perundangan – undangan. Untuk negara indonesia aturan tersebut berdasarkan tata hukum di indonesia, yaitu Undang – undang Dasar, Undang – undang, Perpu, Peraturan & keputusan menteri terkait, serta Peraturan Daerah lokasi setempat.

Namun di indonesia menurut penulis yang awan hukum, agak membingungkan, mungkin juga untuk kalangan awam lainnya. Semisal sebuah peraturan menteri sebagai peraturan pelaksana sebuah undang – undang. Undang – undang nya telah dicabut oleh mahkamah konstitusi, apakah peraturan mentri tersebut masih berlaku ? dilembaran berita negara telah tertera ada pencabutan undang – undangnya, namun tidak tertera pencabutan peraturan menteri tersebut. entah ini benar atau tidak penulis sendiri tidak dapat menentukan, memang benar tidak ada atau hanya tidak dapat menemukan.

Jadi tujuan kegiatan unit pengolahan limbah ini bergeser hanya menjaga agar zat dan kandungan bahan buangan tidak mengganggu lingkungan hidup. Terutama dan termasuk, jika terdapat B3 ( bahan berbahaya dan beracun ) dibatasi kandungannya. Dengan tujuan jika dibuang ke lingkungan tidak mengggangu atau merusak. Dengan batasan tidak melebihi ambang batas untuk kandungan zat tertentu dari yang sudah ditetapkan dan atau disepakati.

Jenis

Banyak sekali Jenis pengolahan limbah yang ada, karena pada dasarnya setiap pengolahan limbah memerlukan metode yang berbeda. Namun secara garis besar dapat dikempokkan menjadi pengelompokan yang lebih sederhana,

  • limbah domestik, jenis ipal ini termasuk yang paling sederhana. Yang dapat dikelompokkan disini banyak sekali mulai dari limbah rumah tangga biasa hingga apartement, pada prinsipnya sama yang membedakan hanya volume nya.
  • Limbah industri Umum, yang dimaksud disini adalah limbah industri yang bersifat umum tidak tergolong dalam bahan berbahaya dan beracun. termasuk limbah restoran dan rumah makan yang hanya beda sedikit di pengolahan lemak ( grease trap )
  • Limbah B3 ( limbah bahan berbahaya dan beracun ), untuk jenis ini tergantung dari kegiatan atau proses produksi masing masing yang tentunya berbeda dan memerlukan penanganan yang berbeda bersarkan kategori limbah ( kategori 1, 2 dan seterusnya ). contoh adalalah limbah percetakan dan limbah bengkel
  • Limbah Radio Aktif, untuk jenis ini termasuk dalam limbah b3 namun memerlukan perlakuan yang lebih khusus.
  • dan lainnya

Metode

Banyak sekali metode untuk melakukan proses kegiatan ini. Biasanya merupakan gabungan dari beberapa sistem. Setiap perancang ipal atau designer pengolahan limbah memiliki cara dan tehnik tersendiri. Setiap limbah tentu mempunyai karakteristik tersendiri dan memerlukan rancangan khusus tersendiri agar dapat optimal.

Pada prinsipnya pengolahan limbah memiliki metode yang sama dengan pengolahan air, hanya memiliki ” roh ” yang berbeda. Untuk lebih jelas tentang hal ini bisa dilihat pada artikel, Prosessing Filter atau Filter Konvensional.

Design

Untuk mendesign pengolahan limbah yang ideal memerlukan dasar pengetahuan yang cukup. Tidak hanya sekedar tahu, tapi harus benar – benar memahami prinsip – prinsip pengolahan air. Serta hal penunjang lain misalkan hal tentang bahan kimia dan hal masalah umum lainnya. Sebuah analogi sederhana banyak orang tahu cara menjalankan bidak dalam permainan catur, cara mainnya sama dengan juara dunia. Bisakah orang yang sekedar tahu dan bisa main catur mengalahkan juara dunia ?

Peralatan Perlengkapan

product guidance
DQFS system by DeepBlue DQFS - Double Quadran Filtration System. Merupakan salah satu operasional system filter air yang dikembangkan oleh ...
Baca Selanjutnya
AAS Advantage Aerating System. Merupakan operasional system filter air, yang dikembangkan oleh DeepBlue, dengan untuk mendukung dan diintregrasikan dengan sistem ...
Baca Selanjutnya
sistem operasional filter air
Sistem Operasional Filter Air, cara atau metode kerja dasar filter air ( sistim kerja filter air untuk menjalankan fungsinya ) ...
Baca Selanjutnya
Built in Vortex, merupakan operasional sistem filter air pengembangan dari sistem operasional filtrasi dasar Vortex. Sistem ini umumnya tidak dapat ...
Baca Selanjutnya
ikan koi showa
Kolam ikan koi, dalam merencanakan design kolam ikan koi, selain unsur estetika, secara tehnis kolam ikan koi harus memenuhi beberapa ...
Baca Selanjutnya

Artikel Tutorial Bagaimana Cara

artikel tutorial
shower-soaking

Perbedaan Secara Kasat Mata

Beda Bakky Shower Dan Bakky Soaking. Perbedaan utama Antara Metode Filtrasi antara Bakky Shower dan Bakky Soaking ( soaking system ) adalah pada kondisi air dalam bakky ( bak ). Perbedaan disini adalah perbedaan yang terlihat jelas secara kasat mata bagi awam yang kurang paham tentang seluk beluk Filter Air.

Perbedaan Lainnya

Berdasarkan pengalaman penulis, berdasarkan percobaan kecil – kecilan dengan kondisi percobaan untuk metode filter air , untuk sistem Filter kolam ikan koi.

Adapun pengkondisian sebagai berikut :

Median Uji Coba

Pembeda

salah satu menggunkan Metode Bakky Shower yang lainnya dengan Soaking System

Perlakuan Kondisi Sistem & Beban

shower-soaking
  • 2 Bak dengan ukuran sama 200 x 80 cm dengan ketinggian sama 50 cm , di isi dengan air setinggi 40 cm ( 640 liter )
  • Bakky Filter masing – masing bak pemeliharaan sama banyak menggunakan 3 bakky, dengan ukuran sama ( 60 x 30 x 40 )
  • Media filter menggunakan BioBall dengan jumlah, type, model, maupun ukuran sama.
  • Beban filtrasi relatif sama walaupun tidak bisa dibuat sama persis. Tapi boleh dianggap sama. Beban Filtrasi adalah 20 ekor ikan koi dengan ukuran kurang lebih sama +/- 20 cm. ( satu generasi pemijahan, dengan indukan sama )
  • Faktor hambatan sistem saluran air relatif sama. menggunakan selang air dengan ukuran sama. Dan hambatan saluran relatif sama
  • menggunakan Aerator yang sama Merk , type maupun kondisi sama – sama baru .

Tahap Pertama

Dengan perlakuan kondisi sistem & beban seperti diatas, dimulai dengan start menggunakan : Pompa Air yang sama Merk , type maupun kondisi sama – sama baru ( 40 watt ).

Kondisi setelah 2 hari

  • bak yang menggunakan metode bakky shower jauh lebih keruh dibandingkan dengan bak yang menggunakan metode Bakky Soaking.
  • bak yang menggunakan bakky soaking lebih ” berbau amis ”

Kesimpulan Penulis

  • metode bakky soaking jauh lebih baik kinerjanya dalam menerapkan sistem operasional filter air fisik
  • metode bakky shower lebih unggul dalam penambahan D.O dan Pereaksian dengan udara.

Tahap Kedua

Penyesuai Kondisi

  • Pergantian air, bak yang menggunakan soaking system, dilakukan pergantian air kurang lebih 50%
  • Sedangkan bak yang menggunakan filter dengan metode Bakky shower dibuang hingga maksimal ( hingga batas badan ikan koi terendam ) kurang lebih 10 cm, kemudian ditambah air baru kurang lebih hingga 20 cm.
  • Kedua bak ditambahkan bakteri starter dengan jumlah sama banyak ( 30 cc ) dengan merk yang sama ( GESUND Biotika )
  • Penyesuaian ini dilakukan pada pagi hari ( jam tidak tercatat, hanya berdasarkan pengawas datang kerja )
  • Pada sore hari ( sebelum pengawas pulang kerja ), pada bak dengan filter metode Bakky Shower kembali ditambahkan air baru, hingga mencapai ketinggian air kurang lebih sama dengan bak lainnya.
  • Berdasarkan penilain penulis kurang lebih kondisi sama ( parameter air berdasarkan penilaian subyektif penulis, tampa menggunakan alat ukur parameter air / instrument lain, kecuali pH meter dengan hasil pengukuran relatif sama beda 0,2 derajat keasaman )

Kondisi setelah 2 hari ( hari ke 4 )

  • Bak dengan filter metode Bakky shower sudah terlihat mulai ” start mature “
  • Bak dengan filter metode soaking terlihat ” lebih bersih ” namun Klariti kalah dibanding dengan bakky shower.

Kesimpulan Penulis

  • metode bakky soaking jauh lebih baik kinerjanya dalam menerapkan sistem operasional filter air fisik
  • metode bakky shower, air lebih cepat mature, yang mana dalam hal ini Kandungan Oksigen menjadi penentu utama.

Tahap ketiga

Penyesuain Kondisi

  • Pergantian air, bak yang menggunakan soaking system, dilakukan pergantian air kurang lebih 50%
  • Sedangkan bak yang menggunakan filter dengan metode Bakky shower dibuang hingga maksimal ( hingga batas badan ikan koi terendam ) kurang lebih 10 cm, kemudian ditambah air baru kurang lebih hingga 20 cm.
  • Kedua bak ditambahkan bakteri starter dengan jumlah sama banyak ( 30 cc ) dengan merk yang sama ( GESUND Biotika )
  • Penyesuaian ini dilakukan pada pagi hari ( jam tidak tercatat, hanya berdasarkan pengawas datang kerja )
  • Pada sore hari ( sebelum pengawas pulang kerja ), pada bak dengan filter metode Bakky Shower kembali ditambahkan air baru, hingga mencapai ketinggian air kurang lebih sama dengan bak lainnya.
  • Berdasarkan penilain penulis kurang lebih kondisi sama ( parameter air berdasarkan penilaian subyektif penulis, tampa menggunakan alat ukur parameter air / instrument lain )
  • Bak dengan Filter Metode Bakky Shower, Pompa air diganti dengan kapasitas lebih besar ( 90 watt ) dengan harapan ada perbaikan dealam penyaringan fisik.

Kondisi setelah 1 hari ( hari ke 5 )

uji coba agak terganggu karena mulai ada gangguan timbulnya penyakit pada ikan koi, dan mengharuskan penggunaan obat ikan. Obat ikan yang digunakan adalag GESUND Blue Magig yang mana obat ini mengganggu salah satu Sistem Opersional Yang di uji coba ( sistem biologi )

kondisi sebelum pemberian obat ikan sebagai berikut

  • kondisi ke ” mature an ” air kurang lebih sama.
  • kondisi kebersihan air kurang lebih sama, bak dengan filter metode soaking ” cenderung lebih bersih “

Tahap X

  • tahap ini penulis menamakan tahap X. pada tahapan ini masa penggunaan obat ikan, sehingga yang berjalan hanya sistem operasional filter fisik.
  • setiap hari dilakukan pergantian air kurang lebih 50% dan penambahan obat ikan 50% dari dosis awal
  • setelah 6 hari, ikan sudah sehat. dan dialakukan pergantian air setiap hari, Tampa pemberian obat, hingga air dalam bak pemeliharaan dianggap mengandung obat 0 %.
  • kondisi secara umum air pada bak dengan sistem soaking filter lebih baik ( berdasarkan penilaian subyektif penulis, tampa penggunaan alat ukurinstrument )

Tahap 5

setelah Tahap X diadakan penyesuain kondisi.

Penyesuain Kondisi

  • pergantian air, dikedua bak. dengan kondisi pergantian air pada sistem bakky shower lebih banyak. ( konsisi kurang lebih seperti penyesuaian pada tahap kedua.
  • Ditambahkan ikan baru sebanyak 2 ekor pada sistem Bakky Shower ( penyesuaian beban, karena ada ikan mati 2 ekor sebelumnya, sehingga jumlah beban sama 20 ekor )
  • kedua bak ditambahkan Starter Filter dengan merk dan dosis sama ( BIOTIKA – 30 cc )
  • Faktor Pembeda : bak dengan filter Bakky shower menggunakan pompa kapasitas lebih besar 90 watt dibanding 40 watt

Hasil

  • Setelah 2 hari, air mulai terlihat mature, sistem bakky dengan tingkat kematuran lebih baik.
  • Setelah 4 hari, mulai terlihat perbedaan, sistem bakky shower lebih unggul ( penyaringan fisik lebih baik )

Tahap 6

untuk tahapan ini dilakukan penyesuaian kembali seperti penyesuaian pada tahap 5.

dengan perubahan Faktor Pembeda pompa air, pompa air pada sistem bakky shower diganti kapasitas lebih besar lagi ( 135 watt ) berbanding 40 watt.

Hasil

soaking system lebih unggul hasilnya ( dari penyaringan fisik maupun biologi )

Kesimpulan

  • masing – masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan
  • Sistem Bakky Shower lebih unggul dalam penambahan kadar oksigen dan pereaksian dengan udara
  • Bakky shower memerlukan Prefilter agar dapat bekerja dengan baik.
  • Bakky Shower memerlukan Energi Lebih besar ( Boros Energi )
  • Untuk sistem biologi dan fisik metode Bakky Soaking lebih unggul
  • bakky Shower lebih tepat digunakan untuk proses yang memerlukan pereaksian udara ( misalkan treatment ” Bau ” pada pengolahan Air & limbah cair )
  • Secara umum Bakky Soaking Lebih unggul

Hal terkait Filter Lainnya

filter kolam ikan type K3
filter kolam ikan type K3

Bakky Soaking, sering juga disebut  Bakky soaking system atau soaking system. Merupakan metode filtrasi dengan menggunakan bakky ( bak ) sebagai tempat wadah Air untuk merendam Media Fllter. Pada Umumnya metode ini mengunakan Sistem Operasional Dasar Filter Biologi dan atau kimia. Metode ini sering juga disebut metode basah ( wet method ) kebalikan dari metode Bakky Shower. Untuk Lebih jelas terkait masalah ini ada pada laman Beda Bakky Shower Dan Bakky Soaking

Metode ini yang digunakan oleh Filter Kolam Ikan BlueHand sebagi metode filtrasi dengan beberapa pengembangan.

Hal Terkait Dengan Filter Air

Contoh Produk

bakki shower
bakki shower

Bakky Shower, merupakan istilah salah satu metode filtrasi yang cukup populer. Metode ini menggunakan bakky ( bak ) sebagai wadah Media Filter, yang di semprotkan aliran air halus ( semacam Shower Air Mandi ) pada semua bidang bakky.

Jadi pada Metode ini dalam Bak ( bakky ) tidak terdapat air yang menggenang. berbeda dengan soaking System. Untuk Lebih jelas terkait masalah ini ada pada laman Beda Bakky Shower Dan Bakky Soaking

Metode ini umumnya mengadopsi sistem operasional dasar filter biologi dan atau kimia resapan. Pada penggunaan secara praktis umumnya memerlukan Pre FilterSystem atau penggabungan dengan system lain.

Metode ini cukup populer, selain soaking system, dan rotary drum filter ( RDF )

Hal Terkait Dengan Filter Air

Cara Menyimpan pH meter

pH Meter

Berikut di bawah ini Cara Menyimpan pH Meter , Maintenace yang baik dan benar agar perangkat memiliki lifetime yang lama, dan menjaga agar perangkat tetap dapat memiliki sensitifitas yang baik.

Waktu yang dibutuhkan: 5 menit.

Cara Menyimpan pH Meter

  1. Tips Pertama

    Selalu mencuci ph meter setiap kali selesai menggunakan

    Selalu tutup bagian diode setiap selesai menggunakan

  2. Tips 2
    Hindari Sinar Secara Langsung

    Hindari menyimpan perangkat yang terkena sinar matahari langsung atau terkena cahaya lampu secara langsung ( terutama jenis lampu pijar )

  3. Tips 3
    Jaga Agar bagian diode tetap lembab

    hal ini bisa dilakukan dengan memberi kapas basah pada bagian diode, agar diode tetap dalam keadaan lembab

  4. Tips 4
    Jika pH Meter Jaranng digunakan

    Jika pH meter jarang digunakan periksa secara berkala, kapas seperti pada Tips 3,
    Tambahkan kembali air secukupnya untuk menjaga kelembaban

  5. Tips 5
    Jika terlupa melakukan hal seperti Tips 3 & Tips 4

    Jika terlupa melakukan hal seperti Tips 3 & Tips 4, lalukan kalibrasi ulang untuk memperoleh hasil pengukuran yang akurarat seperti pada laman Cara Kalibari pH meter

Cara Kalibrasi pH Meter

Berikut dibawah ini langkah langkah dalam melakukan kalibarasi Ph meter.

Waktu yang dibutuhkan: 10 menit.

Cara Mengkalibrasi pH Meter

  1. Tahap pertama, setting netral

    Masukkan Ph meter kedalalm larutan pH buffer solusion 7.0, tunggu sebentar sampai angka indikator berhenti stabil.

    Lihat Angka indikator, angka indikator harus menunjukan angka 7.0

    Jika indikator tidak menunjukkan angka tersebut, setting perangkat sesuai petunjukan cara setting pada user manual.

    Jika sudah selesai ( angka indikator sesuai ), segera cuci ph meter dengan air bersih ( jika ada aquades lebih baik )

  2. Tahap 2 – Setting tingkat Asam

    Masukkan Ph meter kedalalm larutan pH buffer solusion 4.0, tunggu sebentar sampai angka indikator berhenti stabil.

    Lihat Angka indikator, angka indikator harus menunjukan angka 4.0

    Jika indikator tidak menunjukkan angka tersebut, setting perangkat sesuai petunjukan cara setting pada user manual.

    Jika sudah selesai ( angka indikator sesuai ), segera cuci ph meter dengan air bersih ( jika ada aquades lebih baik )

  3. Tahap 3 – setting tingkat Basa

    Masukkan Ph meter kedalalm larutan pH buffer solusion 10.0, tunggu sebentar sampai angka indikator berhenti stabil.

    Lihat Angka indikator, angka indikator harus menunjukan angka 10.0

    Jika indikator tidak menunjukkan angka tersebut, setting perangkat sesuai petunjukan cara setting pada user manual.

    Jika sudah selesai ( angka indikator sesuai ), segera cuci ph meter dengan air bersih ( jika ada aquades lebih baik )

  4. Selesai
    Ph meter siap digunakan .

    Setelah selesai menggunakan ph meter, pH meter dapat disimpat dengan baik agar tetap menjaga lifetime dan akurasi , seperti pada laman Cara Menyimpan pH meter

Topik Lain

Section Lain