Menjaga Kualitas Air Dalam Pemeliharaan Ikan

air

Untuk menjaga kualitas air dalam pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan cara – cara yang sesuai dan efektif. Adapun cara memelihara kualitas air dapat dilakukan sesuai dengan sistem yang digunakan dalam pemeliharaan ikan dalam usaha yang kita lakukan. Baik sekedar ikan peliharaan untuk sekedar hobbby atau untuk budidaya perikanan untuk keperluan usaha bidang perikanan. Kualitas air diperlukan untuk mencapai tujuan peningkatan nilai dan menghindari penyakit ikan.

Sistem Air Pemeliharaan Ikan

Dalam usaha memelihara ikan, ada dua sistem yang pada umumnya dibuat, yakni :

  • sistem aliran tertutup
  • sistem aliran terbuka

Pada prinsipnya kedua sistem tersebut memiliki tujuan yang sama yakni menjaga kualitas air untuk mencegah penyakit ikan atau menghindari penyakit ikan. Kedua sistim sama – sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Diantara kedua sistem sistim aliran tertutup sedikit lebih unggul, namun tidak mutlak tergantung strategi dan sumber daya yang dimiliki masing – masing pelaku.

Sistem Aliran Tertutup

Dalam sistem aliran tertutup, hal utama yang berpengaruh dalam usaha menjaga kualitas air adalah, kekuatan sistem filter atau kemampuan sistem filtrasi. Atau masyarakat awan sering dianggap / menyebut Filter kolam / filter kolam ikan.

Selain perhitungan kebutuhan kapasitas filter kolam maupun pilihan sistem filter yang perlu diperhatikan adalah distribusi air dalam sistem internal berdasarkan faktor – faktor yang mempengaruhi kualitas air dalam pemeliharaan ikan.

Sistem Aliran Terbuka

Dalam Sistem Aliran Terbuka, upaya yang harus dilakukan dalam usaha untuk mempertahan kualitas air adalah dengan cara mengatur management pergantian air. Besarnya prosentase pergantian air ditentukan oleh Faktor – faktor yang mempengaruhi kulitas air seperti dijelaskan berikut ini.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air

Dari kedua sistem dalam pemeliharaan ikan, hal – hal yang mempengaruhi perhitungan dalam melakukan upaya menjaga kualitas air adalah sebagai berikut :

  • Volume Wahana pemeliharaan
  • Jumlah Hunian
  • Jenis Ikan

Volume Wahana Pemeliharaan

Volume wahana pemeliharaan baik kolam, akuarium, bak dan lain – lain berpengaruh pada kualitas air. Semakin besar volume semakin baik.

Jumlah Hunian

Jumlah Hunian atau jumlah ikan yang dipelihara dalam wadah hunian akan berpengaruh pada kualitas air. Semakin besar jumlah hunian berbanding lurus dengan kualitas air

Jenis Ikan

Jenis ikan juga berpengaruh pada kualitas air. Dalam hal ini ada dua hal utama yang mempengaruhi. Yakni :

  • Ukuran
  • karakter ikan

Ukuran Ikan

Ukuran badan ikan berpengaruh terhadap kualitas air, semakin besar ukuran ikan berbanding terbalik dengan kualitas air. Jadi Semakin besar ukuran badan ikan semakin mudah terjadi penurunan kualitas air

Karakter Ikan

Karakter ikan yang dimaksud disini adalah segala hal yang tersangkut dalam karakter ikan. baik dari sifat ikan ( carnivora, herbivora, pemakan semua ), maupun sifat kerakusan ikan. Pada umunya pemakan tumbuhan lebih ramah terhadap kualitas air.

Dalam praktek dunia perikanan sering kali dilakukan kompromi untuk menjaga kualitas air dengan menggabungkan dua sistem air dalam perikanan. Yakni melakukan pergantian air pada sistem aliran tertutup karena kurang mampunya sistem filter kolam atau kesalahan design sistem kolam ikan .