Kualitas Air

air

Baku Mutu Air

air

kualitas air atau mutu air adalah kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metoda tertentu. Hal ini umumnya disebut sebagai BAKU MUTU AIR. Metode pengukuran Sangat berpengaruh disini. Standarisasi mutu air tergantung pada pedoman standarisasi apa dan dimana.

Apa ? Setiap bidang mempunyai standarisasi yang berbeda. Dimana ? setiap negara mempunyai standarisasi yang berbeda di setiap bidangnya, walaupun beberapa negara menetapkan standarisasi yang sama.

Sebagai orang awam lebih bijak menentukan standar / BAKU MUTU AIR sendiri, sesuai
dengan keperluan dan Strategi penggunaan sendiri dengan batasan TIDAK MELANGGAR UNDANG – UNDANG YANG BERLAKU.

Mengapa ini lebih bijak ? Berdasarkan pengalaman penulis, terlalu banyak yang di tanyakan secara sangat detail dan sangat tehnis oleh pelanggan awam,mengenai baku mutu air, dan tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk memahami secara tehnis mendalam.

Sebagai contoh standarisasi kualitas baku air untuk perikanan. Baku atau standarisasi mana yang ditanyakan ?

Menurut undang – undang negara kita ?

misalkan katakanlah standartnya ” x ” apakah benar atau dijadikan pedoman kualitas air perikanan ? Ya, tapi perikanan secara umum, tapi tidak untuk perikanan sistem intensifikasi (misalkan, katalah untuk intensifikasi memerlukan “X2” )

Apakah untuk sistem intensifikasi memerlukan standart ” x2 ” ? Belum Tentu. Setiap jenis ikan memerlukan titik minimal tertentu untuk optimal dalam intensifikasi. Contoh untuk intensifikasi ikan lele akan beda dengan ikan hias. ( katakanlah untuk ikan hias memerlukan “x3” )

Apakah baku / standart “X3″ bisa dijadikan standart intensifikasi ikan hias ? belum tentu standarisasi minimal ikan koki berbeda dengan ikan koi ( katakanlah untuk ikan koi memerlukan minimal ” x 4 ” ).

Apakah standart ” X 4 ” bisa dijadikan minimal standart intensifikasi ikan koi ? belum tentu, untuk ikan koi kelas pasaran mungkin tapi untuk ikan koi kelas atas / kontes berbeda. Dan begitu seterusnya.

Hanya degan bertanya apalagi via telpon apalagi hanya via chatting, 1-2 jam anda berharap mengusai kualitas baku mutu air ? Jika yang melakukan itu orang sekelas albert einsteins penemu teori realatifitas ( yang konon manusia dengan IQ tertinggi ) belum tentu dapat menguasai. Bertindak bijakkah anda ?

Kelas Standarisasi Umum

Secara Umum standarisasi air dapat dikelaskan berdasarkan kasta / tingkatan penggunaan. Dimulai dari yang tertinggi, adalah sebagai berikut :

  1. Penggunaan farmatikal ( air murni-aquades )
  2. Air Minum
  3. Sarana Rekreasi, misalkan kolam renang dan sejenis
  4. Perikanan
  5. Pertanian
  6. Penggunaan Umum Lain
  7. Hasil Olahan IPAL

Parameter Kualitas Air

Untuk pengukuran kualitas air menggunakan bantuan Alat Ukur Air, yang dalam hal ini alat ukur khusus parameter air yang menentukan kualitas air. selain faktor pengukuran air lainnya.

Sedangkan untuk parameter kualitas air secara umum, yang dijadikan pedoman adalah sebagai berikut : ( untuk parameter air untuk keperluan tertentu, perlu menambahkan paramter khusus, contoh kolam renang, memerlukan parameter kandungan klorin )

  1. Suhu – Temperatur
    Pengukuran menggunakan thermometer, umumnya menggunakan celcius (sebagai satuan internasional), atau satuan farenheict yang banyak di pergunakan pada peralatan yang dijual di pasaran.
  2. pH – derajat keasaman
    derajat keasaman air, menunjukkan kondisiasam atau basa. Netral memiliki nilai pH 7, pH <7 asam , pH > 7 basa
  3. DO (Dissolved Oxygen / DO) – Oksigen Terlarut
    kadar oksigen terlarut dalam air, pengukuran menggunakan do meter
  4. Salinity – Salinitas / kadar Garam
    kandungan kadar garam dalam air ( tingkat kandungan garam ), pengukuran menggunakan salinity meter, mengunakan salinity refraktometer
    atau ada juga dengan metode diode ( digital )
  5. TDS ( total disolved Solid )
    kadar zat padat terlarut dalam air, pengukuran mengunakan TDS meter
  6. Hardness – Kesadahan ( kekerasan )
    umunnya menggunakan satuan unit dGH (degrees of German total Hardness)
  7. Alkalinitas
    Konsentrasi total dari unsur basa-basa yang terkandung dalam air,
    Umumnya menggunakan satuan mg/L atau ppm. Pengukuran dapat dilakukan dengan metode titrasi
  8. Viscosity – Viskositas
  9. Clarity – Kecerahan( kejernihan )
    kemampuan cahaya menembus air, biasanya menggunakan satuan %.
    Pengukuran dapat menngunakan Seccchi dish. Untuk keperluan tertentu,
    dengan metode tertentu, dapat menggunakan lux meter.
  10. kandungan Organik / Biologis / mikroarganisme
    banyaknya kandungan unsur organik
  11. kandungan anorganik
    banyaknya kandungan unsur anorganik, seperti unsur logam , dll
  12. Dan lain – lain