Aerator Vs Aerasi

kategori aerator

Pengertian Aerator Dan Aerasi

Aerator – Aerasi, memiliki pengertian yang berbeda. Aerasi adalah suatu usaha daya upaya untuk memberikan, menambah, atau melewatkan udara pada median tertentu ( dalam hal ini umunya air ) untuk tujuan tertentu. Sedangkan Aerator adalah alat, mesin atau lainnya untuk melakukan usaha aerasi.

Fungsi Aerasi

kategori aerator

Ada banyak fungsi aerasi atau tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan aerasi. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Menambahkan kandungan udara tertentu pada air ( misalkan oksigen ). Contoh penggunaan ini misalkan untuk Aerasi Kolam ikan atau aerasi limbah.
  2. Menurunkan atau Menaikan suhu pada air. Namun lebih sering untuk menurunkan suhu dan menjaga suhu ruang. Contoh penggunaan misalkan pada cooling drum, evaporator, dan lain – lain
  3. Untuk Fungsi khusus misalkan untuk proses Chemical Mechanical. Contoh pada sistem AAS. ( lebih jelas terkait masalah ini bisa di lihat pada Advantage Aerating System
  4. dan beberapa fungsi lain.

Jenis Sistem Kerja Aerator

Ada beberapa jenis sistem kerja aerator ( alat aerasi ) yang umunya digunakan dan tersedia di jual dipasaran. Diantaranya sebagai berikut :

Aerator sistem Diafragma

aerator sistem diafragma
Aerator sistem diafragma

Aerator diafragma, Aerator sistem diafragma ini dalam menjalakan fungsinya untuk mencipkan tekanan dengan menggunkan diafragma, Semacam ” klep ” untuk dapat menghasilkan tekanan. Pada umunya tidak terlalu besar baik tekanan maupun volumenya. Sistem ini memiliki kelebihan tingkat desibel ( kebisingan ) yang relatif rendah. Aearor ini sering juga disebut Pompa Udara

Aerator sistem centrifugal

aerator sistem centrifugal
Aerator sistem centrifugal

Aerator Centrifugal, Aerator sistem Centrifugal ini dalam menjalakan fungsinya untuk mencipkan tekanan dengan memanfaatkan gaya centrifugal atau gaya putar yang menghasilkan tekanan untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Untuk jenis ini sering juga disebut Blower ada juga yang menyebut dengan istilah axial fan. Ada juga yang menggunakan banyak impeller sehinga disebut multy stage blower

Aerator Sistem Rotary Dan Piston

root blower
Aerator sistem Rotary ( root blower )

Aerator Sistem Rotary Dan Piston. Kedua sistem ini pada umumnya untuk kebutuhan aerasi besar terutama untuk root blower. Aerator Sistem Rotary ( lebih dikenal dengan nama root blower ) lebih berimbang antara besarnya udara yang dihasilkan berbanding dengan tekanan yang dihasilkan. Jadi volume besar dan tekanan juga bisa besar.

Sedangkan sistem ” piston “, walaupun juga bukan seperti piston mesin mobil. Penulis sendiri lupa nama ” bahasa tehniknya untuk ini. Untuk jenis ini umumnya lebih kearah ” tekanan besar ” dengan volume udara yang lebih kecil dibanding dengan root blower ( sistem rotary ). Sistem semacam ini banyak diaplikasikan di kompresor angin

Aerator Sistem Differencial

Aerator diffrencial, aerator sistem differencial ini menggunakan perbedaan tekanan dalam menjalankan fungsinya. biasanya untuk jenis ini memerlukan penepatan dan bantuan alat pencipta tekanan lain, misalkan pompa air. Kelebihan dari sistem ini lebih hemat energi dan efektif.

Selain hal tersebut diatas, sistem ini sangat efektif untuk fungsi khusus misalkan skimming pada tehnik Aerasi Permukaan . Lebih jelas mengenai sistem ini bisa di lihat pada Submersible Aerator

Aerator

Aksessoris & Peralatan Aerasi Pendukung

Aeator umumnya dalam menjalankan fungsinya memerlukan dukungan aksessories atau peralatan lain diantaranya, :

  • pipa
  • selang
  • diffuser
  • dan lain – lain seperti clam sadle dan lainnya

Difusser

Sesuai dengan makna kata diffuser, adalah alat untuk mendifusikan. Dalam hal ini adalah udara tertentu, pada umumnya oksigen.

Ada banyak Jenis dan macam diffuser, salah satu jenis yang paling populer di dunia perikanan adalah air stone. Namun berdasarkan jenis gelembung yang dihasilkan ada dua jenis, yakni :

  • Coarse Diffuser ( gelembung udara yang dihasilkan kasar / besar )
  • Fine Diffuser ( gelembung udara yang dihasilkan halus / kecil )

Secara umum dapat di kelompokkan menjadi dua seperti diatas. Jika pembaca memerlukan produk diffuser jangan terlalu dimakan ” bahasa marketing ” , seperti kata mikro bubble, nano bubble, dan lain – lain. Berapa Batasan mikron batasan Mikro ? Berapa mikron Batasan Nano ?. Kedua nya masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung tujuan aerasi yang kita inginkan ( fungsi aerasi atas ).

Hal yang perlu di perhatikan dalam memilih diffuse adalah :

  • bahan , Kualitas bahan dan apakah sesuai dengan karakter cairan yang akan digunakan ( jenis kimia, tingkat keasaman asam, dan lain lain )
  • Ukuran, baik ukuran Fisik ( panjang – diameter – inlet, dll ) serta ukuran Pori Permukaan ( lubang diffuser )
  • Working Pressure, ini sangat menentukan hasil akhir. Jika terlalu besar dari kapasitas nano bubble bisa jadi coarse.
  • dll

Cara / Tehnik Aerasi

Cara Umum

Banyak tehnik atau cara yang bisa dipakai, diantaranya :

  1. aerasi samping
  2. aerasi tengah
  3. Aerasi Merata
  4. Aerasi Luar – Aerasi Eksternal
  5. Aerasi Air Lift Pump
  6. Aerasi Mekanikal

agar lebih jelas bisa di lihat pada gambar di bawah ini

tehnik aerasi umum

Cara Khusus

Ada banyak Cara tehnik khusus Aerasi. Cara – cara jenis ini sangat efektif untuk kebutuhan yang bersifat khusus pula. Jadi tergantung bagaimana kita menganalisa, mengenal karakter, dan tujuan khusus yang hendak dicapai.

Contoh sederhana misalkan tehnik tehnik aerasi permukaan, hal jarang sekali digunakan karena tidak efektif terutama untuk tujuan menambah kandungan udara ( fungsi aerasi diatas ). Tapi tehnik ini sangat efektif untuk proses chemical skimming

Semoga bermanfaat