Peralatan Perlengkapan Pengolahan Air

Peralatan perlengkapan pengolahan air & limbah Cair

Peralatan Perlengkapan Pengolahan Air & Limbah Cair Yang umum dan sering digunakan. Untuk Panduan bisa lihat daftar Halaman di bawah atau Klik Judul Untuk Langsung ke Laman Panduan Produk.

Untuk Tips and Tricks , Tutorial , Bagaimana Cara, bisa di lihat Pada Laman / Menu ARTIKEL, laman ini hanya spesifik tentang peralatan saja. Untuk Order dan pembelian bisa langsung pada laman / menu Dept.Store

Daftar Halamam

Peralatan Perlengkapan Pengolahan Air & Limbah Cair

  1. Alat Ukur
  2. Aerator
  3. Chemical Feeder
  4. DispencerDispenser
  5. Filter Air
  6. Heater
  7. Media Filter
  8. Peralatan Kolam
  9. Peralatan Perlengkapan Akuarium
  10. Plumbing System
  11. Pompa Air
  12. Skimmer
  13. Sterilizer
  14. Valve
  15. Water Chiller
  16. Water Detector

Topik Lain

Section Lain

Air

air - water

Tentang Air, merupakan benda cair ( cairan ) dengan rumus molekul H2O. Adalah salah satu benda yang sangat penting dalam menunjung kehidupan. Mungkin juga merupakan benda paling banyak dibumi, namun tidak semua air dapat dimanfaatkan. Air yang berguna adalah yang sesuai untuk kebutuhan atau tujuaan penggunaan. Air yang sesuai dengan baku mutu tujuan penggunaan, disebut manfaat atau faedah. Dikarenakan Kebutuhan Air yang semakin terbatas maka diperlukan pengeloaan air ( water management ) dan Pemeliharaan air ( Water Treatment )

Continue reading “Air”

Pengolahan Air & Limbah Cair

Pengolahan Air & Limbah Cair

Pengolahan Air & Limbah Cair, Pengolahan Air dan Limbah Cair saling berkait erat. Dimulai dari sumber air, di olah untuk berbagai keperluan, seperti air minum dan kebutuhan sehari – hari, hingga untuk kebutuhan khusus misalkan air untuk perikanan perikanan dan lainnya. Dari proses penggunaan tersebut menghasilkan Guna dan Manfaat Pengolahan Air. Dari proses guna dan manfaat tersebut menghasilkan juga air limbah.

Continue reading “Pengolahan Air & Limbah Cair”

AAS – Advantage Aerating System

AAS Advantage Aerating System. Merupakan operasional system filter air, yang dikembangkan oleh DeepBlue, dengan untuk mendukung dan diintregrasikan dengan sistem operasional Kimia Terapan untuk membentuk salah satu operasional systim andalan DeepBlue operasional sistem filter air DQFS

Prinsip Dasar kerja operasional system filter air ini, adalah penempakan & pengintregasian dan sinkronisasi , aerasi dengan system secara keseluruhan.

Untuk sistem operasional dasar filter air lainnya dapat kunjungi laman Sistem Operasional Dasar Filter Air

Pengolahan Air & Limbah

artikel-air & limbah Cair

Artikel Pengolahan Air & Limbah Cair

Deretan artikel pengolahan Air & limbah, khusus topik seputar pengolahan air, pengolahan air limbah, dan pengolahan limbah cair lainnya. Seperti Water Management, Water Treatment, IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ), SPAL ( Sistem Pengolahan Air Limbah ), WTP ( Water Treatment Plant ), WWTP ( Waste Water Treatment Plant ), STP ( sewage Treatment Plant ) dan hal lain sejenis. Untuk artikel topik lainnya dapat kunjungi laman utama artikel

Untuk informasi terkait dengan Peralatan Perlengkapan Pengolahan Air & Air Limbah bisa ke menu PRODUK atau langsung ke laman Peralatan Perlengkapan Pengolahan Air

Artikel

shower-soaking

Perbedaan Secara Kasat Mata

Beda Bakky Shower Dan Bakky Soaking. Perbedaan utama Antara Metode Filtrasi antara Bakky Shower dan Bakky Soaking ( soaking system ) adalah pada kondisi air dalam bakky ( bak ). Perbedaan disini adalah perbedaan yang terlihat jelas secara kasat mata bagi awam yang kurang paham tentang seluk beluk Filter Air.

Perbedaan Lainnya

Berdasarkan pengalaman penulis, berdasarkan percobaan kecil – kecilan dengan kondisi percobaan untuk metode filter air , untuk sistem Filter kolam ikan koi.

Adapun pengkondisian sebagai berikut :

Median Uji Coba

Pembeda

salah satu menggunkan Metode Bakky Shower yang lainnya dengan Soaking System

Perlakuan Kondisi Sistem & Beban

shower-soaking
  • 2 Bak dengan ukuran sama 200 x 80 cm dengan ketinggian sama 50 cm , di isi dengan air setinggi 40 cm ( 640 liter )
  • Bakky Filter masing – masing bak pemeliharaan sama banyak menggunakan 3 bakky, dengan ukuran sama ( 60 x 30 x 40 )
  • Media filter menggunakan BioBall dengan jumlah, type, model, maupun ukuran sama.
  • Beban filtrasi relatif sama walaupun tidak bisa dibuat sama persis. Tapi boleh dianggap sama. Beban Filtrasi adalah 20 ekor ikan koi dengan ukuran kurang lebih sama +/- 20 cm. ( satu generasi pemijahan, dengan indukan sama )
  • Faktor hambatan sistem saluran air relatif sama. menggunakan selang air dengan ukuran sama. Dan hambatan saluran relatif sama
  • menggunakan Aerator yang sama Merk , type maupun kondisi sama – sama baru .

Tahap Pertama

Dengan perlakuan kondisi sistem & beban seperti diatas, dimulai dengan start menggunakan : Pompa Air yang sama Merk , type maupun kondisi sama – sama baru ( 40 watt ).

Kondisi setelah 2 hari

  • bak yang menggunakan metode bakky shower jauh lebih keruh dibandingkan dengan bak yang menggunakan metode Bakky Soaking.
  • bak yang menggunakan bakky soaking lebih ” berbau amis ”

Kesimpulan Penulis

  • metode bakky soaking jauh lebih baik kinerjanya dalam menerapkan sistem operasional filter air fisik
  • metode bakky shower lebih unggul dalam penambahan D.O dan Pereaksian dengan udara.

Tahap Kedua

Penyesuai Kondisi

  • Pergantian air, bak yang menggunakan soaking system, dilakukan pergantian air kurang lebih 50%
  • Sedangkan bak yang menggunakan filter dengan metode Bakky shower dibuang hingga maksimal ( hingga batas badan ikan koi terendam ) kurang lebih 10 cm, kemudian ditambah air baru kurang lebih hingga 20 cm.
  • Kedua bak ditambahkan bakteri starter dengan jumlah sama banyak ( 30 cc ) dengan merk yang sama ( GESUND Biotika )
  • Penyesuaian ini dilakukan pada pagi hari ( jam tidak tercatat, hanya berdasarkan pengawas datang kerja )
  • Pada sore hari ( sebelum pengawas pulang kerja ), pada bak dengan filter metode Bakky Shower kembali ditambahkan air baru, hingga mencapai ketinggian air kurang lebih sama dengan bak lainnya.
  • Berdasarkan penilain penulis kurang lebih kondisi sama ( parameter air berdasarkan penilaian subyektif penulis, tampa menggunakan alat ukur parameter air / instrument lain, kecuali pH meter dengan hasil pengukuran relatif sama beda 0,2 derajat keasaman )

Kondisi setelah 2 hari ( hari ke 4 )

  • Bak dengan filter metode Bakky shower sudah terlihat mulai ” start mature “
  • Bak dengan filter metode soaking terlihat ” lebih bersih ” namun Klariti kalah dibanding dengan bakky shower.

Kesimpulan Penulis

  • metode bakky soaking jauh lebih baik kinerjanya dalam menerapkan sistem operasional filter air fisik
  • metode bakky shower, air lebih cepat mature, yang mana dalam hal ini Kandungan Oksigen menjadi penentu utama.

Tahap ketiga

Penyesuain Kondisi

  • Pergantian air, bak yang menggunakan soaking system, dilakukan pergantian air kurang lebih 50%
  • Sedangkan bak yang menggunakan filter dengan metode Bakky shower dibuang hingga maksimal ( hingga batas badan ikan koi terendam ) kurang lebih 10 cm, kemudian ditambah air baru kurang lebih hingga 20 cm.
  • Kedua bak ditambahkan bakteri starter dengan jumlah sama banyak ( 30 cc ) dengan merk yang sama ( GESUND Biotika )
  • Penyesuaian ini dilakukan pada pagi hari ( jam tidak tercatat, hanya berdasarkan pengawas datang kerja )
  • Pada sore hari ( sebelum pengawas pulang kerja ), pada bak dengan filter metode Bakky Shower kembali ditambahkan air baru, hingga mencapai ketinggian air kurang lebih sama dengan bak lainnya.
  • Berdasarkan penilain penulis kurang lebih kondisi sama ( parameter air berdasarkan penilaian subyektif penulis, tampa menggunakan alat ukur parameter air / instrument lain )
  • Bak dengan Filter Metode Bakky Shower, Pompa air diganti dengan kapasitas lebih besar ( 90 watt ) dengan harapan ada perbaikan dealam penyaringan fisik.

Kondisi setelah 1 hari ( hari ke 5 )

uji coba agak terganggu karena mulai ada gangguan timbulnya penyakit pada ikan koi, dan mengharuskan penggunaan obat ikan. Obat ikan yang digunakan adalag GESUND Blue Magig yang mana obat ini mengganggu salah satu Sistem Opersional Yang di uji coba ( sistem biologi )

kondisi sebelum pemberian obat ikan sebagai berikut

  • kondisi ke ” mature an ” air kurang lebih sama.
  • kondisi kebersihan air kurang lebih sama, bak dengan filter metode soaking ” cenderung lebih bersih “

Tahap X

  • tahap ini penulis menamakan tahap X. pada tahapan ini masa penggunaan obat ikan, sehingga yang berjalan hanya sistem operasional filter fisik.
  • setiap hari dilakukan pergantian air kurang lebih 50% dan penambahan obat ikan 50% dari dosis awal
  • setelah 6 hari, ikan sudah sehat. dan dialakukan pergantian air setiap hari, Tampa pemberian obat, hingga air dalam bak pemeliharaan dianggap mengandung obat 0 %.
  • kondisi secara umum air pada bak dengan sistem soaking filter lebih baik ( berdasarkan penilaian subyektif penulis, tampa penggunaan alat ukurinstrument )

Tahap 5

setelah Tahap X diadakan penyesuain kondisi.

Penyesuain Kondisi

  • pergantian air, dikedua bak. dengan kondisi pergantian air pada sistem bakky shower lebih banyak. ( konsisi kurang lebih seperti penyesuaian pada tahap kedua.
  • Ditambahkan ikan baru sebanyak 2 ekor pada sistem Bakky Shower ( penyesuaian beban, karena ada ikan mati 2 ekor sebelumnya, sehingga jumlah beban sama 20 ekor )
  • kedua bak ditambahkan Starter Filter dengan merk dan dosis sama ( BIOTIKA – 30 cc )
  • Faktor Pembeda : bak dengan filter Bakky shower menggunakan pompa kapasitas lebih besar 90 watt dibanding 40 watt

Hasil

  • Setelah 2 hari, air mulai terlihat mature, sistem bakky dengan tingkat kematuran lebih baik.
  • Setelah 4 hari, mulai terlihat perbedaan, sistem bakky shower lebih unggul ( penyaringan fisik lebih baik )

Tahap 6

untuk tahapan ini dilakukan penyesuaian kembali seperti penyesuaian pada tahap 5.

dengan perubahan Faktor Pembeda pompa air, pompa air pada sistem bakky shower diganti kapasitas lebih besar lagi ( 135 watt ) berbanding 40 watt.

Hasil

soaking system lebih unggul hasilnya ( dari penyaringan fisik maupun biologi )

Kesimpulan

  • masing – masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan
  • Sistem Bakky Shower lebih unggul dalam penambahan kadar oksigen dan pereaksian dengan udara
  • Bakky shower memerlukan Prefilter agar dapat bekerja dengan baik.
  • Bakky Shower memerlukan Energi Lebih besar ( Boros Energi )
  • Untuk sistem biologi dan fisik metode Bakky Soaking lebih unggul
  • bakky Shower lebih tepat digunakan untuk proses yang memerlukan pereaksian udara ( misalkan treatment ” Bau ” pada pengolahan Air & limbah cair )
  • Secara umum Bakky Soaking Lebih unggul

Hal terkait Filter Lainnya

filter kolam ikan type K3
filter kolam ikan type K3

Bakky Soaking, sering juga disebut  Bakky soaking system atau soaking system. Merupakan metode filtrasi dengan menggunakan bakky ( bak ) sebagai tempat wadah Air untuk merendam Media Fllter. Pada Umumnya metode ini mengunakan Sistem Operasional Dasar Filter Biologi dan atau kimia. Metode ini sering juga disebut metode basah ( wet method ) kebalikan dari metode Bakky Shower. Untuk Lebih jelas terkait masalah ini ada pada laman Beda Bakky Shower Dan Bakky Soaking

Metode ini yang digunakan oleh Filter Kolam Ikan BlueHand sebagi metode filtrasi dengan beberapa pengembangan.

Hal Terkait Dengan Filter Air

Contoh Produk

bakki shower
bakki shower

Bakky Shower, merupakan istilah salah satu metode filtrasi yang cukup populer. Metode ini menggunakan bakky ( bak ) sebagai wadah Media Filter, yang di semprotkan aliran air halus ( semacam Shower Air Mandi ) pada semua bidang bakky.

Jadi pada Metode ini dalam Bak ( bakky ) tidak terdapat air yang menggenang. berbeda dengan soaking System. Untuk Lebih jelas terkait masalah ini ada pada laman Beda Bakky Shower Dan Bakky Soaking

Metode ini umumnya mengadopsi sistem operasional dasar filter biologi dan atau kimia resapan. Pada penggunaan secara praktis umumnya memerlukan Pre FilterSystem atau penggabungan dengan system lain.

Metode ini cukup populer, selain soaking system, dan rotary drum filter ( RDF )

Hal Terkait Dengan Filter Air

Cara Menyimpan pH meter

pH Meter

Berikut di bawah ini Cara Menyimpan pH Meter , Maintenace yang baik dan benar agar perangkat memiliki lifetime yang lama, dan menjaga agar perangkat tetap dapat memiliki sensitifitas yang baik.

Waktu yang dibutuhkan: 5 menit.

Cara Menyimpan pH Meter

  1. Tips Pertama

    Selalu mencuci ph meter setiap kali selesai menggunakan

    Selalu tutup bagian diode setiap selesai menggunakan

  2. Tips 2
    Hindari Sinar Secara Langsung

    Hindari menyimpan perangkat yang terkena sinar matahari langsung atau terkena cahaya lampu secara langsung ( terutama jenis lampu pijar )

  3. Tips 3
    Jaga Agar bagian diode tetap lembab

    hal ini bisa dilakukan dengan memberi kapas basah pada bagian diode, agar diode tetap dalam keadaan lembab

  4. Tips 4
    Jika pH Meter Jaranng digunakan

    Jika pH meter jarang digunakan periksa secara berkala, kapas seperti pada Tips 3,
    Tambahkan kembali air secukupnya untuk menjaga kelembaban

  5. Tips 5
    Jika terlupa melakukan hal seperti Tips 3 & Tips 4

    Jika terlupa melakukan hal seperti Tips 3 & Tips 4, lalukan kalibrasi ulang untuk memperoleh hasil pengukuran yang akurarat seperti pada laman Cara Kalibari pH meter

Cara Kalibrasi pH Meter

Berikut dibawah ini langkah langkah dalam melakukan kalibarasi Ph meter.

Waktu yang dibutuhkan: 10 menit.

Cara Mengkalibrasi pH Meter

  1. Tahap pertama, setting netral

    Masukkan Ph meter kedalalm larutan pH buffer solusion 7.0, tunggu sebentar sampai angka indikator berhenti stabil.

    Lihat Angka indikator, angka indikator harus menunjukan angka 7.0

    Jika indikator tidak menunjukkan angka tersebut, setting perangkat sesuai petunjukan cara setting pada user manual.

    Jika sudah selesai ( angka indikator sesuai ), segera cuci ph meter dengan air bersih ( jika ada aquades lebih baik )

  2. Tahap 2 – Setting tingkat Asam

    Masukkan Ph meter kedalalm larutan pH buffer solusion 4.0, tunggu sebentar sampai angka indikator berhenti stabil.

    Lihat Angka indikator, angka indikator harus menunjukan angka 4.0

    Jika indikator tidak menunjukkan angka tersebut, setting perangkat sesuai petunjukan cara setting pada user manual.

    Jika sudah selesai ( angka indikator sesuai ), segera cuci ph meter dengan air bersih ( jika ada aquades lebih baik )

  3. Tahap 3 – setting tingkat Basa

    Masukkan Ph meter kedalalm larutan pH buffer solusion 10.0, tunggu sebentar sampai angka indikator berhenti stabil.

    Lihat Angka indikator, angka indikator harus menunjukan angka 10.0

    Jika indikator tidak menunjukkan angka tersebut, setting perangkat sesuai petunjukan cara setting pada user manual.

    Jika sudah selesai ( angka indikator sesuai ), segera cuci ph meter dengan air bersih ( jika ada aquades lebih baik )

  4. Selesai
    Ph meter siap digunakan .

    Setelah selesai menggunakan ph meter, pH meter dapat disimpat dengan baik agar tetap menjaga lifetime dan akurasi , seperti pada laman Cara Menyimpan pH meter

Hal Terkait Air Lainnya

Filter Air

filter air

Media Filter

media filter

IPAL

IPAL - instalasi pengolahan air limbah

Design Sistem

terdesign

Topik Lain

Section Lain

Home

Toko Product Guidance Information & Entertainment

Service & Layanan

Topik

Kategori Produk Umum

Kategori Produk Bekas

Produk Terbaru

Artikel Terbaru