NPS=DN=Diameter Luar Pipa

diameter pipa - diameter selang
Pipa Air

NPS=DN=Diameter Luar Pipa ?. NPS adalah kependekan dari Nominal Pipe Size. DN adalah singkatan dari Diameter Nominal. Sedangkan Diameter Luar Pipa disebut dengan istilah OD, singkatan dari Outside Diameter, dalam pengertian bidang Plumbing System sebagai standart ukuran Pipa baik pipa air maupun pipa secara umum.

NPS dan DN bukanlah ukuran pipa yang sebernarnya. Misalkan pipa ukuran 1″ ( 1 inch ) NPS artinya diameternya bukalah 2,54 Cm. inch pada NPS bukanlah ukuran panjang sebenarnya. ( kecuali mulai ukuran NPS 14″ atau DN 350 dan seterusnya yang lebih besar, ukuran sama dengan ukuran satuan panjang umumnya ), berdasarkan lembaga ASME

Dan standart ukuran ini ( NPS=DN=Diameter Luar Pipa ) berbeda dengan standart ukuran Selang / hose. Ukuran Standart Selang menggunakan sistem pengkodean dash number dengan pedoman diamater ukuran dalam ( inside diameter )

NPS dan DN, adalah standarisasi ukuran industri yang dibuat untuk keperluan perdagangan dan standarisasi hubungan antar industri. Misalkan antara industri pipa dan fitting atau dengan industri pengguna pipa. DN merupakan satuan international.

Berikut dibawah ini Hubungan antara NPS = DN = Diameter Luar Pipa

Tabel NPS = DN = Outside Diameter ( Diameter Luar )

NPS ( inch )DNOD ( inch – Milimeter )
1/860.405 – 10.29
1/480.540 – 13.72
3/8100.675 – 17.15
1/2150.840 – 21.34
3/4201.050 – 26.67
1251.315 – 33.40
1.25321.660 – 42.16
1.5401.900 – 48.26
2502.375 – 60.33
2.5652.875 – 73.03
3803.5 – 88.90
3.5904 – 101.60
41004.5 – 114.30
51255.563 – 141.30
61506.625 – 168.28
77.625 – 193.68
82008.625 – 219.08
99.625 – 244.48
1025010.75 – 323.85
1230012.75 – 323.85
1435014.00 – 355.60
1640016.00 – 406.40
1845018.00 – 457.20
2050020.00 – 508.00
2255022.00 – 558.80
2460024.00 – 609.60
Note : ada beberapa produk atau brand / merek , menggunakan kode DN 16 untuk NPS 1/2 inch, berdasarkan pengalaman penulis tidak pernah menjadi kendala berarti dengan produk tersebut.

Selain standarisasi tersebut, ada juga standarisasi lain seperti ISO 6708 ( pipework components ) , DIN EN 10220 ( Seamless Steel pipes ) , DIN EN 10255 ( threaded Tube ) dan ANSI.

Selain NPS, ada juga istilah IPS ( Iron Pipe Size ), DIPS ( Ductile Iron Pipe Size ), CTS ( Copper Tube Size ), Dash Number

Pipa Stainless Stell

Pipa Stainless-stell

Pipa Stainless Stell, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam stainless stell. Dalam penggunaan sebagai saluran – pipa air dalam plumbing system sebenarnya dalam segi bahan baku pipa jenis ini paling ideal.

Sedangkan kelemahan – kelebihan jenis pipa air ini, serta karakteristik sebagai saluran plumbing system, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk daerah tertentu cukup sulit untuk mendapatkan produk jenis ini, yang tersedia umumnya sekedar berlapis stainless stell pada bagian luar, sedangkan yang lebih dipentingkan dalam hal ini adalah bagian dalam
  • Tahan terhadap bahan kimia
  • tidak berkarat
  • Cukup sulit untuk mendapatkan sistem sambungan dipasaran yang berbahan sama, sehingga penyambungan sering harus dengan sistem las, untuk penggunaan pada instalasi cairan – cairan tertentu, misalkan bahan kimia khusus

Pipa Almunium

Pipa Alumunium

Pipa Almunium, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam almunium. Dalam penggunaan sebagai saluran atau Pipa air dalam plumbing system pipa jenis ini mempunyai karakteristk yang hampir sama dengan Pipa Tembaga.

Jika dibandingkan dengan pipa tembaga, pipa jenis ini lebih unggul dalam penyaluran fluida suhu rendah. Demekian juga untuk suhu tinggi.

Karakteristik dalam penggunaan di plumbing system, diantaranya sebagai berikut :

  • Ringan sehingga mudah dalam penginstalasian
  • penyambungan bisa tampa menggunakan sistem ulir ( snai )
  • Relatif lebih tahan terhadap bahan kimia
  • Tidak korosif
  • dan lain lain.

Pipa Galvanis

pipa galvanis

Pipa Galvanis, pipa yang terbuat dari bahan utama campuran logam besi dan baja yang dilapisi seng yang bertujuan sebagai anti karat, sebagai pipa air dalam plumbing system.

Pipa ini juga sering digunakan pada instalsi air rumah tangga, terutama untuk saluran air yang tertananam dalam tempok.

Pipa Galvanis, sebagai Pipa Air dalam Plumbing system pipa ini, memiliki karakteristik serta kelemahan dan kelebihan, diantaranya,

  • Cocok untuk instalasi saluran air yang tertanam dalam tembok, untuk menghindari kebocoran air yang tidak disengaja. Misalkan terkena paku dan lain – lain
  • Pengerjaan yang cukup lama dalam hal memotong pipa & membuat sistim ulir ( Snai )
  • Untuk instalasi dalam sebuah system yang sempit dan terbatas, dapat dimanfaatkan sebagai penyangga, karena relatif kuat di banding jenis pipa air yang lain.
  • Mudah didapat dipasaran
  • Dan lain – lain , seperti awan banyak ketahui karena pipa air jenis ini banyak dan umum digunakan

Pipa Air Jenis Campuran

pipa PEX

Pipa Air Jenis Campuran, Pipa yang terbuat dari bahan campuran, sebagai pipa air dalam plumbing system. Bahan tersebut umumnya campuran atau gabungan antara bahan jenis logam, bahan jenis plastik, atau bahan jenis komposit lain.

Pipa Air Jenis Campuran, ini umumnya merupakan pengembangan dari pipa bahan logam yang dilapisi oleh bahan yang bersifat isolator, dengan tujuan menciptakan produk yang lebih siap pakai untuk tujuan tertentu.

Beberapa pipa Jenis logam memerlukan tambahan pelindung yang berfungsi melindungi pipa itu sendiri atau dampak dari hasil fungsi pipa, sehingga mendasari munculnya jenis pipa ini.

Atau Pipa dari jenis bahan Plastik yang ditambah Bahan jenis logam untuk memperkuat resistensi terhadap tekanan.

Contoh ada beberapa merek / brand, yang menjual pipa, yang sebenarnya adalah pipa dari bahan logam, yang dilapisi bahan PEX pada bagian luar dan dalam, dijual dan di Pasarkan dengan judul Pipa PEX untuk keperluan pengolahan air.

Pipa PEX

pipa PEX

Pipa PEX, pipa yang terbuat dari bahan utama Polyethylene. PEX sebutan dari istilah cross linked polyethylene, kadang juga disebut dengan istilah XLPE, dalam kaitan dengan bidang plumbing system sebagai pipa air ( cairan ) terkadang juga bisa digunakan untuk saluran udara.

Pipa PEX, ini sebenarnya mempunyai dasar yang sama dengan pipa PE & Pipa HDPE. Jenis pipa ini sebenarnya dapat dibedakan menjadi 3 macam,

  • PEX – A
  • PEX – B
  • PEX – C

Pembedaan jenis itu bukan berdasarkan kualitas, pembedaan hanya dari proses pembuatan yang berbeda sehingga memiliki karakteristik yang berbeda.

Untuk skala pemakian ” domestik normal ” tidak perlu terlalu mendetail mengenai pembedaan type a,b,c diatas. Semua jenis aman digunakan. Adakalanya sebagai konsumen kita ingin tahu, agar dapat memilih produk ideal. Tapi berdasarkan pengalaman penulis sendiri, jangan terlalu berharap, Karena Yang Jualan Aja Banyak Gak Tau !

Untuk pemakaian lebih dari sekedar pemakaian skala rumah tangga, ada beberapa karakteristik dari pipa ini yang perlu diketahui, diantaranya :

  • dapat mentolerasi suhu tinggi
  • Tahan Asam, cocok untuk pemakaian dalam tanah ( dengan sistem penyambungan panas ), jika menggunakan sistem jepit, umumnya fittingnya yang tidak tahan ( jika mengacu ketersediaan fitting dipasaran )
  • Pemasangan lebih cepat, terutama untuk bidang yang tidak terlalu rata, karena sifatnya yang lentur dibanding Pipa PVC
  • Pipa PEX-A, paling lentur, mudah pakai ” sistem fitting jepit “, type PEX-B tidak bisa pakai ” sistem fitting jepit “
  • Untuk Daya Tahan terhadap ” tendangan tekanan ” pipa PEX-A yang terbesar, PEX-B terendah
  • Untuk Tekanan Maksimal yang dapat ditoleransi, tiap merek berbeda – beda, lebih baik periksa tekanan maksimal terlebih dahulu
  • Daya Tahan tekanan akan menurun jika suhu naik ( meningkat- berdanding terbalik )
  • tidak korosif dan tahan klorin

Ada juga produk pipa jenis ini, yang sebenarnya merupakan Pipa campuran, bukan pipa bahan plastik murni.

Pipa Tembaga

pipa tembaga

Pipa Tembaga, pipa yang terbuat dari Tembaga, digunakan sebagai pipa air maupun untuk saluran gas dalam plumbing system. Dalam penggunaannya pipa ini dilindungi dengan bahan bahan berjenis isolator, untuk melindungi pipa itu sendiri maupun dampak dari pemakaian saluran.

Pipa jenis ini umumnya digunakan untuk saluran air panas dalam skala pemakaian perpipaan rumah tangga atau domestik.

Pipa tembaga sebagai saluran utama dalam plumbing system mempunyai beberapa karekteristik khusus jika dibandingkan dengan yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • sesuai untuk pemakaian suhu tinggi maupun suhu rendah
  • tidak tahan terhadap keasamanan ( tidak tahan bahan – bahan bersifat Acid )
  • tidak cocok untuk instalasi dalam tanah
  • Dalam pemakian hendaknya ditambah lapisan isolator, terutama jika berdekatan dengan barang / bahan yang tidak tahan panas.

Pipa Air Jenis Logam

Pipa Stainless-stell
Pipa Jenis Logam

Pipa Air Jenis Logam, jenis pipa yang terbuat dari bahan dasar dari kelompok bahan logam. Seperti dari bahan besi disebut pipa besi, bahan galvanis disebut pipa galvanis, bahan stainless stell disebut pipa Stainless Stell, bahan tembaga disebut pipa tembaga, dan lain lain.

Sering kali masyarakat awam menyebut dan menamakan jenis ini dengan nama pipa besi

Penggunaan Pipa Air Jenis Logam dalam plumbing system digunakan mulai dari pemakaian kebutuhan air skala domestik hingga industrial. Tiap – tiap jenis pipa mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing serta karakteristik yang berbeda – beda, sehingga pemakaian disesuaikan dengan hal tersebut, sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaan.

Jenis – jenis Pipa tersebut diantaranya adalah sebagai berikut, :

Pipa Alumunium

Pipa Almunium, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam almunium. Dalam penggunaan sebagai saluran atau Pipa air dalam plumbing system pipa jenis ini mempunyai karakteristk yang hampir sama dengan Pipa Tembaga.

Jika dibandingkan dengan pipa tembaga, pipa jenis ini lebih unggul dalam penyaluran fluida suhu rendah. Demekian juga untuk suhu tinggi.

Karakteristik dalam penggunaan di plumbing system, diantaranya sebagai berikut :

  • Ringan sehingga mudah dalam penginstalasian
  • penyambungan bisa tampa menggunakan sistem ulir ( snai )
  • Relatif lebih tahan terhadap bahan kimia
  • Tidak korosif
  • dan lain lain.
pipa galvanis

Pipa Galvanis, pipa yang terbuat dari bahan utama campuran logam besi dan baja yang dilapisi seng yang bertujuan sebagai anti karat, sebagai pipa air dalam plumbing system.

Pipa ini juga sering digunakan pada instalsi air rumah tangga, terutama untuk saluran air yang tertananam dalam tempok.

Pipa Galvanis, sebagai Pipa Air dalam Plumbing system pipa ini, memiliki karakteristik serta kelemahan dan kelebihan, diantaranya,

  • Cocok untuk instalasi saluran air yang tertanam dalam tembok, untuk menghindari kebocoran air yang tidak disengaja. Misalkan terkena paku dan lain – lain
  • Pengerjaan yang cukup lama dalam hal memotong pipa & membuat sistim ulir ( Snai )
  • Untuk instalasi dalam sebuah system yang sempit dan terbatas, dapat dimanfaatkan sebagai penyangga, karena relatif kuat di banding jenis pipa air yang lain.
  • Mudah didapat dipasaran
  • Dan lain – lain , seperti awan banyak ketahui karena pipa air jenis ini banyak dan umum digunakan

Pipa Stainless-stell

Pipa Stainless Stell, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam stainless stell. Dalam penggunaan sebagai saluran – pipa air dalam plumbing system sebenarnya dalam segi bahan baku pipa jenis ini paling ideal.

Sedangkan kelemahan – kelebihan jenis pipa air ini, serta karakteristik sebagai saluran plumbing system, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk daerah tertentu cukup sulit untuk mendapatkan produk jenis ini, yang tersedia umumnya sekedar berlapis stainless stell pada bagian luar, sedangkan yang lebih dipentingkan dalam hal ini adalah bagian dalam
  • Tahan terhadap bahan kimia
  • tidak berkarat
  • Cukup sulit untuk mendapatkan sistem sambungan dipasaran yang berbahan sama, sehingga penyambungan sering harus dengan sistem las, untuk penggunaan pada instalasi cairan – cairan tertentu, misalkan bahan kimia khusus

pipa tembaga

Pipa Tembaga, pipa yang terbuat dari Tembaga, digunakan sebagai pipa air maupun untuk saluran gas dalam plumbing system. Dalam penggunaannya pipa ini dilindungi dengan bahan bahan berjenis isolator, untuk melindungi pipa itu sendiri maupun dampak dari pemakaian saluran.

Pipa jenis ini umumnya digunakan untuk saluran air panas dalam skala pemakaian perpipaan rumah tangga atau domestik.

Pipa tembaga sebagai saluran utama dalam plumbing system mempunyai beberapa karekteristik khusus jika dibandingkan dengan yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • sesuai untuk pemakaian suhu tinggi maupun suhu rendah
  • tidak tahan terhadap keasamanan ( tidak tahan bahan – bahan bersifat Acid )
  • tidak cocok untuk instalasi dalam tanah
  • Dalam pemakian hendaknya ditambah lapisan isolator, terutama jika berdekatan dengan barang / bahan yang tidak tahan panas.

Pipa PP

pipa PP

Pipa PP, pipa terbuat dari bahan jenis plastik PP ( polypropylene ) yang digunakan sebagai pipa air dalam plumbing system atau sistem pemipaan.

Pipa jenis ini memiliki beberapa karakter yang berbeda dengan pipa PVC, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tahan suhu Tinggi dan Rendah
  • Tahan terhadap bahan kimia
  • sesuai untuk saluran makanan & minuman ( food grade ), saluran air murni
  • cocok untuk proses hal terkait industri farmasi dan kimia

Pipa PP-R

Pipa jenis ini dikembangkan menjadi banyak jenis, dengan tidak terlalu banyak perbedaan yang mendasar. Banyak merek / brand mengembangkan produk jenis berbeda ada kalanya hanya sekedar ” beda nama “. Diantaranya pipa PPR, pipa PPO, dan lain – lain.

Dari nama dan istilah pembeda diatas secara penggunaan tidak terlalu berbeda, dalam bahasa milineal dikatakan sebelas dua belas.

Pipa CPVC

Pipa PVC

Pipa CPVC, adalah pipa yang terbuat dari bahan jenis plastik CPVC ( Chlorinate Poly Vinyl Chloride ) digunakan sebagai pipa air dalam plumbing system atau sistim perpipaan.

Pipa Jenis ini memiliki karakteristik lebih khusus jika dibandingkan dengan pipa PVC, diantarannya adalah sebagai berikut, :

  • tahan suhu cukup tinggi , beberapa merek mengklaim tahan hingga 180 derajat fahrenheit
  • Tahan terhadap beberapa beberapa jenis asam, basa , garam, parafin, halogen dan alkohol
  • tidak tahan terhadap solven ( pencair ), chlorinated hidrocarbon ( bahan jenis hidrokarbon yang telah diklorinasi )