Pipa Stainless Stell

Pipa Stainless-stell

Pipa Stainless Stell, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam stainless stell. Dalam penggunaan sebagai saluran – pipa air dalam plumbing system sebenarnya dalam segi bahan baku pipa jenis ini paling ideal.

Sedangkan kelemahan – kelebihan jenis pipa air ini, serta karakteristik sebagai saluran plumbing system, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk daerah tertentu cukup sulit untuk mendapatkan produk jenis ini, yang tersedia umumnya sekedar berlapis stainless stell pada bagian luar, sedangkan yang lebih dipentingkan dalam hal ini adalah bagian dalam
  • Tahan terhadap bahan kimia
  • tidak berkarat
  • Cukup sulit untuk mendapatkan sistem sambungan dipasaran yang berbahan sama, sehingga penyambungan sering harus dengan sistem las, untuk penggunaan pada instalasi cairan – cairan tertentu, misalkan bahan kimia khusus

Pipa Galvanis

pipa galvanis

Pipa Galvanis, pipa yang terbuat dari bahan utama campuran logam besi dan baja yang dilapisi seng yang bertujuan sebagai anti karat, sebagai pipa air dalam plumbing system.

Pipa ini juga sering digunakan pada instalsi air rumah tangga, terutama untuk saluran air yang tertananam dalam tempok.

Pipa Galvanis, sebagai Pipa Air dalam Plumbing system pipa ini, memiliki karakteristik serta kelemahan dan kelebihan, diantaranya,

  • Cocok untuk instalasi saluran air yang tertanam dalam tembok, untuk menghindari kebocoran air yang tidak disengaja. Misalkan terkena paku dan lain – lain
  • Pengerjaan yang cukup lama dalam hal memotong pipa & membuat sistim ulir ( Snai )
  • Untuk instalasi dalam sebuah system yang sempit dan terbatas, dapat dimanfaatkan sebagai penyangga, karena relatif kuat di banding jenis pipa air yang lain.
  • Mudah didapat dipasaran
  • Dan lain – lain , seperti awan banyak ketahui karena pipa air jenis ini banyak dan umum digunakan

Pipa Tembaga

pipa tembaga

Pipa Tembaga, pipa yang terbuat dari Tembaga, digunakan sebagai pipa air maupun untuk saluran gas dalam plumbing system. Dalam penggunaannya pipa ini dilindungi dengan bahan bahan berjenis isolator, untuk melindungi pipa itu sendiri maupun dampak dari pemakaian saluran.

Pipa jenis ini umumnya digunakan untuk saluran air panas dalam skala pemakaian perpipaan rumah tangga atau domestik.

Pipa tembaga sebagai saluran utama dalam plumbing system mempunyai beberapa karekteristik khusus jika dibandingkan dengan yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • sesuai untuk pemakaian suhu tinggi maupun suhu rendah
  • tidak tahan terhadap keasamanan ( tidak tahan bahan – bahan bersifat Acid )
  • tidak cocok untuk instalasi dalam tanah
  • Dalam pemakian hendaknya ditambah lapisan isolator, terutama jika berdekatan dengan barang / bahan yang tidak tahan panas.

Pipa Air Jenis Logam

Pipa Stainless-stell
Pipa Jenis Logam

Pipa Air Jenis Logam, jenis pipa yang terbuat dari bahan dasar dari kelompok bahan logam. Seperti dari bahan besi disebut pipa besi, bahan galvanis disebut pipa galvanis, bahan stainless stell disebut pipa Stainless Stell, bahan tembaga disebut pipa tembaga, dan lain lain.

Sering kali masyarakat awam menyebut dan menamakan jenis ini dengan nama pipa besi

Penggunaan Pipa Air Jenis Logam dalam plumbing system digunakan mulai dari pemakaian kebutuhan air skala domestik hingga industrial. Tiap – tiap jenis pipa mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing serta karakteristik yang berbeda – beda, sehingga pemakaian disesuaikan dengan hal tersebut, sesuai dengan tujuan dan maksud penggunaan.

Jenis – jenis Pipa tersebut diantaranya adalah sebagai berikut, :

Pipa Alumunium

Pipa Almunium, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam almunium. Dalam penggunaan sebagai saluran atau Pipa air dalam plumbing system pipa jenis ini mempunyai karakteristk yang hampir sama dengan Pipa Tembaga.

Jika dibandingkan dengan pipa tembaga, pipa jenis ini lebih unggul dalam penyaluran fluida suhu rendah. Demekian juga untuk suhu tinggi.

Karakteristik dalam penggunaan di plumbing system, diantaranya sebagai berikut :

  • Ringan sehingga mudah dalam penginstalasian
  • penyambungan bisa tampa menggunakan sistem ulir ( snai )
  • Relatif lebih tahan terhadap bahan kimia
  • Tidak korosif
  • dan lain lain.
pipa galvanis

Pipa Galvanis, pipa yang terbuat dari bahan utama campuran logam besi dan baja yang dilapisi seng yang bertujuan sebagai anti karat, sebagai pipa air dalam plumbing system.

Pipa ini juga sering digunakan pada instalsi air rumah tangga, terutama untuk saluran air yang tertananam dalam tempok.

Pipa Galvanis, sebagai Pipa Air dalam Plumbing system pipa ini, memiliki karakteristik serta kelemahan dan kelebihan, diantaranya,

  • Cocok untuk instalasi saluran air yang tertanam dalam tembok, untuk menghindari kebocoran air yang tidak disengaja. Misalkan terkena paku dan lain – lain
  • Pengerjaan yang cukup lama dalam hal memotong pipa & membuat sistim ulir ( Snai )
  • Untuk instalasi dalam sebuah system yang sempit dan terbatas, dapat dimanfaatkan sebagai penyangga, karena relatif kuat di banding jenis pipa air yang lain.
  • Mudah didapat dipasaran
  • Dan lain – lain , seperti awan banyak ketahui karena pipa air jenis ini banyak dan umum digunakan

Pipa Stainless-stell

Pipa Stainless Stell, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam stainless stell. Dalam penggunaan sebagai saluran – pipa air dalam plumbing system sebenarnya dalam segi bahan baku pipa jenis ini paling ideal.

Sedangkan kelemahan – kelebihan jenis pipa air ini, serta karakteristik sebagai saluran plumbing system, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk daerah tertentu cukup sulit untuk mendapatkan produk jenis ini, yang tersedia umumnya sekedar berlapis stainless stell pada bagian luar, sedangkan yang lebih dipentingkan dalam hal ini adalah bagian dalam
  • Tahan terhadap bahan kimia
  • tidak berkarat
  • Cukup sulit untuk mendapatkan sistem sambungan dipasaran yang berbahan sama, sehingga penyambungan sering harus dengan sistem las, untuk penggunaan pada instalasi cairan – cairan tertentu, misalkan bahan kimia khusus

pipa tembaga

Pipa Tembaga, pipa yang terbuat dari Tembaga, digunakan sebagai pipa air maupun untuk saluran gas dalam plumbing system. Dalam penggunaannya pipa ini dilindungi dengan bahan bahan berjenis isolator, untuk melindungi pipa itu sendiri maupun dampak dari pemakaian saluran.

Pipa jenis ini umumnya digunakan untuk saluran air panas dalam skala pemakaian perpipaan rumah tangga atau domestik.

Pipa tembaga sebagai saluran utama dalam plumbing system mempunyai beberapa karekteristik khusus jika dibandingkan dengan yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • sesuai untuk pemakaian suhu tinggi maupun suhu rendah
  • tidak tahan terhadap keasamanan ( tidak tahan bahan – bahan bersifat Acid )
  • tidak cocok untuk instalasi dalam tanah
  • Dalam pemakian hendaknya ditambah lapisan isolator, terutama jika berdekatan dengan barang / bahan yang tidak tahan panas.

Pipa Air

Pipa Air

Pipa Air, pipa yang digunakan untuk menyalurkan air dalam plumbing system. dalam pengelolaan air atau pengunaan lainnya. Produk ini sebagai sarana distribusi yang utama dalam plumbing system, selain SelangHose, Baik sebagai selang air maupun selang udara.

Secara Umum berdasarkan bahan pembuatan, dapat dikelompokkan menjadi :

Selain berdasarkan bahan baku, pipa juga dapat dibedakan berdasarkan kelas penggunaan, maupun Jenis Standarisasi, misalkan SNI ( standart Nasional Indonesia ), JIS ( Japan Industrial Standart ).

Untuk standar ukuran, Pipa yang umumnya tersedia di pasaran indonesia menggunkan standart NPS ( Nominal Pipe Sizes )

Pipa Berdasarkan Bahan Baku

Pipa Bahan Plastik

Pipa yang terbuat dari bahan sejenis plastik, dengan banyak variasi bahan jenis plastik dengan kelebihan masing – masing jenis untuk tujuan pengaplikasian tertentu. Pemilihan jenis yang tepat akan lebih efektif.

pipa PEX

Pipa PEX, pipa yang terbuat dari bahan utama Polyethylene. PEX sebutan dari istilah cross linked polyethylene, kadang juga disebut dengan istilah XLPE, dalam kaitan dengan bidang plumbing system sebagai pipa air ( cairan ) terkadang juga bisa digunakan untuk saluran udara.

Pipa PEX, ini sebenarnya mempunyai dasar yang sama dengan pipa PE & Pipa HDPE. Jenis pipa ini sebenarnya dapat dibedakan menjadi 3 macam,

  • PEX – A
  • PEX – B
  • PEX – C

Pembedaan jenis itu bukan berdasarkan kualitas, pembedaan hanya dari proses pembuatan yang berbeda sehingga memiliki karakteristik yang berbeda.

Untuk skala pemakian ” domestik normal ” tidak perlu terlalu mendetail mengenai pembedaan type a,b,c diatas. Semua jenis aman digunakan. Adakalanya sebagai konsumen kita ingin tahu, agar dapat memilih produk ideal. Tapi berdasarkan pengalaman penulis sendiri, jangan terlalu berharap, Karena Yang Jualan Aja Banyak Gak Tau !

Untuk pemakaian lebih dari sekedar pemakaian skala rumah tangga, ada beberapa karakteristik dari pipa ini yang perlu diketahui, diantaranya :

  • dapat mentolerasi suhu tinggi
  • Tahan Asam, cocok untuk pemakaian dalam tanah ( dengan sistem penyambungan panas ), jika menggunakan sistem jepit, umumnya fittingnya yang tidak tahan ( jika mengacu ketersediaan fitting dipasaran )
  • Pemasangan lebih cepat, terutama untuk bidang yang tidak terlalu rata, karena sifatnya yang lentur dibanding Pipa PVC
  • Pipa PEX-A, paling lentur, mudah pakai ” sistem fitting jepit “, type PEX-B tidak bisa pakai ” sistem fitting jepit “
  • Untuk Daya Tahan terhadap ” tendangan tekanan ” pipa PEX-A yang terbesar, PEX-B terendah
  • Untuk Tekanan Maksimal yang dapat ditoleransi, tiap merek berbeda – beda, lebih baik periksa tekanan maksimal terlebih dahulu
  • Daya Tahan tekanan akan menurun jika suhu naik ( meningkat- berdanding terbalik )
  • tidak korosif dan tahan klorin

Ada juga produk pipa jenis ini, yang sebenarnya merupakan Pipa campuran, bukan pipa bahan plastik murni.

pipa PP

Pipa PP, pipa terbuat dari bahan jenis plastik PP ( polypropylene ) yang digunakan sebagai pipa air dalam plumbing system atau sistem pemipaan.

Pipa jenis ini memiliki beberapa karakter yang berbeda dengan pipa PVC, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tahan suhu Tinggi dan Rendah
  • Tahan terhadap bahan kimia
  • sesuai untuk saluran makanan & minuman ( food grade ), saluran air murni
  • cocok untuk proses hal terkait industri farmasi dan kimia
Pipa PP-R

Pipa jenis ini dikembangkan menjadi banyak jenis, dengan tidak terlalu banyak perbedaan yang mendasar. Banyak merek / brand mengembangkan produk jenis berbeda ada kalanya hanya sekedar ” beda nama “. Diantaranya pipa PPR, pipa PPO, dan lain – lain.

Dari nama dan istilah pembeda diatas secara penggunaan tidak terlalu berbeda, dalam bahasa milineal dikatakan sebelas dua belas.

Pipa PVC

Pipa CPVC, adalah pipa yang terbuat dari bahan jenis plastik CPVC ( Chlorinate Poly Vinyl Chloride ) digunakan sebagai pipa air dalam plumbing system atau sistim perpipaan.

Pipa Jenis ini memiliki karakteristik lebih khusus jika dibandingkan dengan pipa PVC, diantarannya adalah sebagai berikut, :

  • tahan suhu cukup tinggi , beberapa merek mengklaim tahan hingga 180 derajat fahrenheit
  • Tahan terhadap beberapa beberapa jenis asam, basa , garam, parafin, halogen dan alkohol
  • tidak tahan terhadap solven ( pencair ), chlorinated hidrocarbon ( bahan jenis hidrokarbon yang telah diklorinasi )
Pipa HDPE

Pipa PE dan HDPE, pipa yang terbuat dari bahan sejenis plastik PE ( polyethylene ) untuk pipa PE dan HDPE ( high-density polyethylene ) untuk pipa HDPE sebagai pipa air atau saluran gas dalam plumbing system.

Kedua jenis pipa, memiliki karakteristik yang relatif sama, namun pipa HDPE memiliki Kualitas lebih baik. Dalam bahasa sederhana HDPE adalah versi super / Versi intimewa dari PE.

Karakteristis Dari Pipa jenis ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • pipa lentur , instlasi cepat dan lebih flexsibel.
  • Perekat sistem penyambungan menggunakan Panas, kurang ekonomis untuk pemakaian kecil yang tidak berkesinambungan, karena harga pemanas cukup tinggi.
  • Manpu mengakomodasi tekanan tinggi
  • Cocok untuk saluran Air ( cairan ) atau gas
Pipa uPVC

Pipa uPVC, pipa terbuat dari bahan jenis plastik UPVC ( unplasticized PolyVinyl Chloride ). umumnya digunakan sebagai pipa air untuk saluran pembuangan atau pengolahan limbah. Perbedaan UPVC dan PVC pada kandungan beberapa bahan ( BPA and phthalates ).

Jenis pipa ini memiliki beberapa karakteristik khusus, diantaranya :

  • Jenis pipa ini relatif lebih tahan tahan terhadap bahan kimia, jika dibandingkan dengan Pipa PVC
  • lebih kuat dibandingkan pipa PVC
  • Relatif lebih tahan bahan kimia dibandingkan dengan pipa PVC
  • Cukup tahan terhadap panas ( sekitar 60 derajat celcius )
  • Sesuai untuk saluran drainase limbah cair
  • Tidak disarankan untuk plumbing system domestik, terutama untuk Saluran Air Minum.

Pipa PVC, pipa yang terbuat dari bahan jenis plastik PVC ( Poly Vinyl Chloride ) yang umumnya digunakan sebagai pipa air dalam plumbing system untuk berbagai keperluan pengelolaan air.

Tersedia di Jual di Pasaran Umum

Untuk Pipa pvc yang dijual dan dipasarkan secara luas di indonesia, menggunakan standar ukuran NPS ( Nominal Pipe Size ), tersedia dalam dua jenis standarisasi, yakni

  • Pipa SNI ( Standart Nasional Indonesia )
  • Pipa JIS ( Japan Industrial Standart )

Pipa SNI ( Standart Nasional Indonesia )

Pipa PVC

Pipa SNI dapat dibedakan berdasarkan kelas penggunaan pipa atau jenis penggunaan pipa, menjadi

  • Pipa type AW ( Association Water )
  • Pipa type D ( Drainase )
  • Pipa type C ( conduit )

Sebenarnya ada Pipa Type DV ( drainase Ventilasi ) namun tidak ada satupun produsen lokal yang memproduksi type ini.

Pembagian Kelas penggunaan pipa ini berdasarkan maksimal tekanan yang dapat diterima. Bukan Berdasarkan ketebalan.

Jika memerlukan pipa berdasarkan ketebalan selain type, Merek dan atau harga menentukan. Pipa type D tebalnya bisa sama dengan type AW merk lainnya

Kelas Penggunaan – Jenis penggunaan

Pipa type AW ( Association Water )

Pipa type AW ( Association Water ), di tujukan untuk penggunaan atau jenis penggunaan sebagai saluran pipa air bertekanan hingga maksimal 10 bar.

Pipa type D ( drainase )

Pipa type D ( drainase ), pipa untuk saluran pembuangan bertekanan rendah, maksimal tekanan yang dapat ditolerasnsi 5 bar.

Pipa type C ( conduit )

Pipa untuk saluran kabel dan kelas penggunaan sekejenis lainnya. Yang bertekanan rendah.

Perlu mendapat perhatian disini untuk jenis Pipa type C, memiliki standar ukuran berbeda dengan type AW & Type D

Berdasarkan pengalaman penulis. Jangan terlalu berpedoman terhadap jenis kelas penggunaan untuk pipa jenis ini. Terutama jika kebutuhan kekuatan tekananan diatas 70 % dari spesifikasi. Hanya ada beberapa merek / brand yang dapat diandalkan untuk hal ini di indonesia.

Pipa JIS ( Japan Industrial Standart )

Kelas Penggunaan – Jenis penggunaan

Untuk Pipa jenis standarisasi jenis ini, terdapat dua jenis type,

  • Pipa Type VP
  • Pipa Type VU

Hanya brand atau merk tertentu yang memproduksi jenis pipa ini untuk brand lokal indonesia. Untuk type ini kekuatan pada umumnya dapat diandalkan.

Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman penulis menggunakan 3 – 5 pipa brand / merk lokal indonesia yang ” punya nama “, didapat kesimpulan sbb :

  • Pipa type VP memiliki kekeuatan diatas type AW.
  • Pipa VU, jauh lebih kuat dari type D, untuk beberapa brand / merk hampir mendekati atau sama dengan type AW merk / brand Lainnya

Pipa Bahan Logam

Seperti halnya dengan pipa berbahan jenis plastik, jenis pipa logam pun, masing – masing memilik kelebihan dan kekurangan masing – masing. Sebagai contoh seperti di bawah ini

Pipa Alumunium

Pipa Almunium, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam almunium. Dalam penggunaan sebagai saluran atau Pipa air dalam plumbing system pipa jenis ini mempunyai karakteristk yang hampir sama dengan Pipa Tembaga.

Jika dibandingkan dengan pipa tembaga, pipa jenis ini lebih unggul dalam penyaluran fluida suhu rendah. Demekian juga untuk suhu tinggi.

Karakteristik dalam penggunaan di plumbing system, diantaranya sebagai berikut :

  • Ringan sehingga mudah dalam penginstalasian
  • penyambungan bisa tampa menggunakan sistem ulir ( snai )
  • Relatif lebih tahan terhadap bahan kimia
  • Tidak korosif
  • dan lain lain.
pipa galvanis

Pipa Galvanis, pipa yang terbuat dari bahan utama campuran logam besi dan baja yang dilapisi seng yang bertujuan sebagai anti karat, sebagai pipa air dalam plumbing system.

Pipa ini juga sering digunakan pada instalsi air rumah tangga, terutama untuk saluran air yang tertananam dalam tempok.

Pipa Galvanis, sebagai Pipa Air dalam Plumbing system pipa ini, memiliki karakteristik serta kelemahan dan kelebihan, diantaranya,

  • Cocok untuk instalasi saluran air yang tertanam dalam tembok, untuk menghindari kebocoran air yang tidak disengaja. Misalkan terkena paku dan lain – lain
  • Pengerjaan yang cukup lama dalam hal memotong pipa & membuat sistim ulir ( Snai )
  • Untuk instalasi dalam sebuah system yang sempit dan terbatas, dapat dimanfaatkan sebagai penyangga, karena relatif kuat di banding jenis pipa air yang lain.
  • Mudah didapat dipasaran
  • Dan lain – lain , seperti awan banyak ketahui karena pipa air jenis ini banyak dan umum digunakan
Pipa Stainless-stell

Pipa Stainless Stell, pipa yang terbuat dari bahan jenis logam stainless stell. Dalam penggunaan sebagai saluran – pipa air dalam plumbing system sebenarnya dalam segi bahan baku pipa jenis ini paling ideal.

Sedangkan kelemahan – kelebihan jenis pipa air ini, serta karakteristik sebagai saluran plumbing system, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk daerah tertentu cukup sulit untuk mendapatkan produk jenis ini, yang tersedia umumnya sekedar berlapis stainless stell pada bagian luar, sedangkan yang lebih dipentingkan dalam hal ini adalah bagian dalam
  • Tahan terhadap bahan kimia
  • tidak berkarat
  • Cukup sulit untuk mendapatkan sistem sambungan dipasaran yang berbahan sama, sehingga penyambungan sering harus dengan sistem las, untuk penggunaan pada instalasi cairan – cairan tertentu, misalkan bahan kimia khusus
pipa tembaga

Pipa Tembaga, pipa yang terbuat dari Tembaga, digunakan sebagai pipa air maupun untuk saluran gas dalam plumbing system. Dalam penggunaannya pipa ini dilindungi dengan bahan bahan berjenis isolator, untuk melindungi pipa itu sendiri maupun dampak dari pemakaian saluran.

Pipa jenis ini umumnya digunakan untuk saluran air panas dalam skala pemakaian perpipaan rumah tangga atau domestik.

Pipa tembaga sebagai saluran utama dalam plumbing system mempunyai beberapa karekteristik khusus jika dibandingkan dengan yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • sesuai untuk pemakaian suhu tinggi maupun suhu rendah
  • tidak tahan terhadap keasamanan ( tidak tahan bahan – bahan bersifat Acid )
  • tidak cocok untuk instalasi dalam tanah
  • Dalam pemakian hendaknya ditambah lapisan isolator, terutama jika berdekatan dengan barang / bahan yang tidak tahan panas.

Pipa Bahan Campuran

pipa PEX

Pipa Air Jenis Campuran, Pipa yang terbuat dari bahan campuran, sebagai pipa air dalam plumbing system. Bahan tersebut umumnya campuran atau gabungan antara bahan jenis logam, bahan jenis plastik, atau bahan jenis komposit lain.

Pipa Air Jenis Campuran, ini umumnya merupakan pengembangan dari pipa bahan logam yang dilapisi oleh bahan yang bersifat isolator, dengan tujuan menciptakan produk yang lebih siap pakai untuk tujuan tertentu.

Beberapa pipa Jenis logam memerlukan tambahan pelindung yang berfungsi melindungi pipa itu sendiri atau dampak dari hasil fungsi pipa, sehingga mendasari munculnya jenis pipa ini.

Atau Pipa dari jenis bahan Plastik yang ditambah Bahan jenis logam untuk memperkuat resistensi terhadap tekanan.

Contoh ada beberapa merek / brand, yang menjual pipa, yang sebenarnya adalah pipa dari bahan logam, yang dilapisi bahan PEX pada bagian luar dan dalam, dijual dan di Pasarkan dengan judul Pipa PEX untuk keperluan pengolahan air.

Hal Terkait Dengan Pipa

diameter pipa - diameter selang
Selang Karet
Selang Karet

Ukuran Selang, di standarisasi dengan istilah Dash Id atau Dash No. ( Dash Number ) , yang menentukan ukuran diameter standart selangHose.

Dalam pengertian umum dalam bidang plumbing system ukuran selang ditentukan berdasarkan Diameter Dalam ( Inside Diameter ), kecuali SAE 100R5, SAE 100R14, SAEJ51, SAE J2064 . Untuk Kode – kode tersebut yang diperhitungkan adalah diameter luar ( outside diameter / OD ). Singkat kata singkat cerita, kode tersebut umumnya digunakan untuk bidang refrigant dan banyak hal terkait bidang automotif / transportasi. Yang umunya masih memerlukan standart ukuran untuk fitting dan caupling.

Ukuran selang juga berbeda dengan ukuran pipa. Pipa menggunakan pengkodean sistem NPS , DN atau DIN.

Tabel Dash Number – Diameter Selang

Dash Number Diameter Dash Number
( inch – milimeter )
SAE 100R5, SAE 100R14, SAEJ51, SAE J2064
( inch – Milimeter )
-2 1/8 – 3.2
-3 3/16 – 4.8
-4 1/4 – 6.4 3/16 – 4.8
-5 5/16 – 7.9 1/4 – 6.4
-6 3/8 – 9.5 5/16 – 7.9
-8 1/2 – 12.7 13/32 – 10.3
-10 5/8 – 15.9 1/2 – 12.7
-12 3/4 – 19.0 5/8 – 15.9
-14 7/8 -22.2
-16 1 – 25.4 7/8 – 22.2
-20 1.25 – 31.8 1.125 – 28.6
-24 1,5 – 38.1 1.375 – 34.9
-32 2 – 50.8 1. 8125 – 46.0
– 36 2.25 – 63.5
-40 2,5 – 63.5 2.375 – 60.3
-48 3 – 76.2
-56 3.5 – 88.9
-64 4 – 101.6
-72 4.5 – 115.2

Hal Terkait Plumbing Sistem

diameter pipa - diameter selang
Pipa Air

NPS=DN=Diameter Luar Pipa ?. NPS adalah kependekan dari Nominal Pipe Size. DN adalah singkatan dari Diameter Nominal. Sedangkan Diameter Luar Pipa disebut dengan istilah OD, singkatan dari Outside Diameter, dalam pengertian bidang Plumbing System sebagai standart ukuran Pipa baik pipa air maupun pipa secara umum.

NPS dan DN bukanlah ukuran pipa yang sebernarnya. Misalkan pipa ukuran 1″ ( 1 inch ) NPS artinya diameternya bukalah 2,54 Cm. inch pada NPS bukanlah ukuran panjang sebenarnya. ( kecuali mulai ukuran NPS 14″ atau DN 350 dan seterusnya yang lebih besar, ukuran sama dengan ukuran satuan panjang umumnya ), berdasarkan lembaga ASME

Dan standart ukuran ini ( NPS=DN=Diameter Luar Pipa ) berbeda dengan standart ukuran Selang / hose. Ukuran Standart Selang menggunakan sistem pengkodean dash number dengan pedoman diamater ukuran dalam ( inside diameter )

NPS dan DN, adalah standarisasi ukuran industri yang dibuat untuk keperluan perdagangan dan standarisasi hubungan antar industri. Misalkan antara industri pipa dan fitting atau dengan industri pengguna pipa. DN merupakan satuan international.

Berikut dibawah ini Hubungan antara NPS = DN = Diameter Luar Pipa

Tabel NPS = DN = Outside Diameter ( Diameter Luar )

NPS ( inch ) DN OD ( inch – Milimeter )
1/8 6 0.405 – 10.29
1/4 8 0.540 – 13.72
3/8 10 0.675 – 17.15
1/2 15 0.840 – 21.34
3/4 20 1.050 – 26.67
1 25 1.315 – 33.40
1.25 32 1.660 – 42.16
1.5 40 1.900 – 48.26
2 50 2.375 – 60.33
2.5 65 2.875 – 73.03
3 80 3.5 – 88.90
3.5 90 4 – 101.60
4 100 4.5 – 114.30
5 125 5.563 – 141.30
6 150 6.625 – 168.28
7 7.625 – 193.68
8 200 8.625 – 219.08
9 9.625 – 244.48
10 250 10.75 – 323.85
12 300 12.75 – 323.85
14 350 14.00 – 355.60
16 400 16.00 – 406.40
18 450 18.00 – 457.20
20 500 20.00 – 508.00
22 550 22.00 – 558.80
24 600 24.00 – 609.60
Note : ada beberapa produk atau brand / merek , menggunakan kode DN 16 untuk NPS 1/2 inch, berdasarkan pengalaman penulis tidak pernah menjadi kendala berarti dengan produk tersebut.

Selain standarisasi tersebut, ada juga standarisasi lain seperti ISO 6708 ( pipework components ) , DIN EN 10220 ( Seamless Steel pipes ) , DIN EN 10255 ( threaded Tube ) dan ANSI.

Selain NPS, ada juga istilah IPS ( Iron Pipe Size ), DIPS ( Ductile Iron Pipe Size ), CTS ( Copper Tube Size ), Dash Number

IP Class Protection ( Peringkat IP ),

IP Code ( Ingress Protection Code ) atau juga dikenal dengan International Protection Code, adalah code tingkatan proteksi terhadap pembungkus Mekanis ( Mechanical casings ) Dan Pengamanan Pembungkus kelistrikan dari gangguan keamanan terhadap kecelakaan atau ketidak sengajaan kontak, debu dan air, terhadap komponen berbahaya seperti, kelistrikan, komponen bergerak dan lain -lain terhadap benda asing, kotoran dan kelembaban dan sebagainya.

Cara Baca

Contoh :

IP 65 K

Secara umum kode IP adalah dua angka nominal, terkadang ada Kode Tambahan

  • Digit pertama I ( angka 6 ), menunjukkan perlindungan pembungkus mekanis terhadap benda padat
  • Digit Kedua II ( angka 5 ) , menunjukkan perlindungan pembungkus mekanis terhadap benda cair
  • Huruf ( huruf F ) kode tambahan
  • Jika salah satu angka ( 6 atau 5 ) diganti dengan ” X ” dapat diartikan bahawa tidak Keterangan ( belum di uji ) untuk kode tersebut.Contoh IP 6X
  • angka 0 = tidak ada perlindungan

Kode Digit I

Level Efektif Terlindungi Dari
1 Terlindungi dari benda padat > 50mm
2 Terlindungi dari benda padat > 12.5mm
3 Terlindungi dari benda padat > 2.5mm
4 Terlindungi dari benda padat > 1mm
5 Terlindungi dari masuknya debu dapat ditoleransi pada interface statis perangkat
6 Benar-benar terlindung dari debu

Kode Digit II

Level Ganguan Proteksi Efektivitas detail kondisi pengujian
1 Air yang menetes Air yang menetes (tetesan yang jatuh secara vertikal) tidak akan memiliki efek berbahaya pada spesimen ketika dipasang pada posisi tegak lurus dalam keadaan diputar pada kecepatan 1 RPM Durasi tes: 10 menit, Air setara dengan 1 mm (0,039 in) curah hujan per meni
2 Air yang menetes secara vertikal dengan kemiringan 15 derajat kemiringan Air yang menetes secara vertikal tidak akan memiliki efek berbahaya ketika selungkup dimiringkan pada sudut 15 derajat kemiringan,
Total empat posisi diuji dalam dua sumbu.
Durasi tes: 2,5 menit untuk setiap arah kemiringan (total 10 menit)
3 semprotan air Terlindungi dari semprotan air langsung hingga 60 derajat kemiringan dari vertikal Durasi pengujian: 1 menit per M2, setidaknya selama 5 menit.
Volume air: 10 liter per menit (0,037 impgal / dtk)
Tekanan: 50–150 kPa (7,3–21,8 psi)
4 percikan air dari segala arah Terlindungi dari percikan air dari segala arah, masuknya terbatas yang ditoleransi dan tidak menimbulkan efek kerusakan Tabung Tertutup: Durasi uji: 10 menit, atau semprotan nozzle (sama dengan semprotan air IPX3 dengan pelindung dilepas
5 semprotan air tekanan rendah Dilindungi dari semprotan air tekanan rendah dari segala arah, masuknya terbatas yang ditoleransi dan tidak menimbulkan efek kerusakan Durasi tes: 1 menit per meter persegi setidaknya selama 3 menit
Volume air: 12,5 liter per menit Tekanan: 30 kPa (4,4 psi) pada jarak 3 meter (9,8 kaki)
6 Semprotan Air Tekanan Tinggi Terlindungi dari semburan tekanan tinggi, masuknya terbatas yang ditoleransi dan tidak menimbulkan efek kerusakan Durasi tes: 1 menit per meter persegi setidaknya selama 3 menit
Volume air: 100 liter per menit (0,37 impgal / s)
Tekanan: 100 kPa (15 psi) pada jarak 3 meter (9,8 kaki)
6K Semprotan air tekanan tinggi yang ditingkatkan Air yang diproyeksikan dalam semburan kuat (6,3 mm (0,25 in) nozzle) terhadap casing dari segala arah,
di bawah tekanan tinggi, tidak akan memiliki efek berbahaya. Ditemukan di DIN 40050, dan bukan IEC 60529
Durasi tes: setidaknya 3 menit
Volume air: 75 liter per menit (0,27 impgal / s)
Tekanan: 1.000 kPa (150 psi) pada jarak 3 meter (9,8 kaki)
7 pencelupan, hingga kedalaman 1 meter Kemacetan air dalam jumlah yang berbahaya tidak akan mungkin terjadi jika casing direndam dalam air dalam kondisi tekanan dan
waktu yang ditentukan
Durasi tes: 30 menit. Diuji dengan titik terendah casing 1.000 mm (39 in) di bawah permukaan air,
atau titik tertinggi 150 mm (5,9 in) di bawah permukaan, mana yang lebih dalam
8 Perendaman, kedalaman 1 meter Peralatan ini cocok untuk perendaman kontinu dalam air dalam kondisi yang harus ditentukan oleh pabrikan.
Namun, dengan jenis peralatan tertentu, itu bisa berarti bahwa air dapat masuk tetapi hanya sedemikian rupa sehingga tidak
menghasilkan efek berbahaya. Kedalaman dan durasi pengujian diharapkan lebih besar dari persyaratan untuk IPx7,
dan efek lingkungan lainnya dapat ditambahkan, seperti siklus suhu sebelum perendaman
Durasi uji: kesepakatan dengan produsen
Kedalaman yang ditentukan oleh pabrikan, umumnya hingga 3 meter (9,8 kaki)
9K Semprotan air tekanan tinggi dengan temperatur tinggi Spesimen yang lebih kecil berputar perlahan di atas meja putar, dari 4 sudut tertentu. Spesimen yang lebih besar
dipasang pada posisi yang dimaksud saat digunakan, tidak diperlukan meja putar, dan diuji secara langsung selama minimal
3 menit pada jarak 0,15-0,2 meter (5,9 in – 7,9 in).
Tes ini diidentifikasi sebagai IPx9 di IEC 60529
Durasi tes: Fixture: 30 detik. di masing-masing 4 sudut (total 2 mnt), Freehand: 1 mnt / m2, 3 mnt. minimum

kode Tambahan

Kode
C Perlindungan terhadap akses dengan alat
D Kawat
F Tahan minyak
M Perangkat bergerak selama tes air
S Perangkat berdiri diam selama tes air
W Kondisi cuaca

DIN 40050-9 memperluas sistem peringkat IEC 60529 yang lebih baru dengan peringkat IP69K untuk aplikasi pencucian bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi

Kandang yang sesuai dengan ISO 20653: 2013 harus tidak hanya anti debu (IP6X), tetapi juga mampu menahan tekanan tinggi dan pembersihan uap.

untuk istilah lainnya bisa dilihat pada laman Istilah dalam pompa air