Karantina Ikan

Karantina Ikan adalah usaha atau kegiatan untuk memisahkan atau mengisolasi ikan dari kelompok yang lain. Pada umumnya ikan yang dikarantina dalam bidang perikanan adalah ikan baru. Yang dimaksud ikan baru disini adalah ikan yang baru datang ke tempat pemeliharaan atau tempat budidaya.

Fungsi Karantina

kolam ikan koi
  • Karantina ikan merupakan salah satu cara untuk menghindari Penyakit Ikan atau mencegah penyakit ikan. ( untuk ikan baru )
  • Memisahkan ikan yang sakit dengan ikan yang sehat, agar ikan yang sakit tidak menjangkiti ikan yang sehat ( untuk lingkup internal )
  • Memisahkan ikan dari Kelompok Utama, jika ikan yang dimaksud berbeda karakter tertentu. Misalkan ikan merupakan predator kelompok utama ( dalam budidaya )
  • Memisahkan Ikan dari Kelompok Utama, untuk keperluan pemijahan
  • dan beberapa fungsi utama lainnnya.

Hal – Hal Yang Perlu Disiapkan

Cara Karantina

Dalam usaha melakukan karantina ikan, ada banyak cari yang bisa dilakukan tergantung pada tujuan atau fungsi karantina seperti telah disebutkan diatas. Dibawah ini kami akan memberikan point – point penting dalam melakukan karatina, untuk maksud ikan baru, dan lingkup internal seperti telah dijabarkan pada bagian fungsi karantina.

Ada dua cara praktis untuk karantina untuk tujuan karantina ikan baru. Untuk karatina ikan yang sakit ( lingkup internal ), hanya dapat dilakukan menggunakan cara yang kedua

Cara Pertama Karantina

  1. Ikan ditempatkan dalam wahana terpisah, dan hal ini harus bersifat ” tertip & disiplin ” tidak mencampurkan dengan yang lain, termasuk peralatan dan perlengkapan perikanan, selama minimal 7 – 10 hari.
  2. Jika dalam proses ada ikan yang sakit, dipisahkan kedalam wadah karatina yang lain ( wahana karantina cadangan ). untuk kelompok ini dapat dilakukan tindakan dengan langkah langkah mengikuti Cara Kedua Karantina
  3. Bila setelah melewati masa karantina, ikan tidak ada masalah baru dipindahkan ke wahana pemeliharaan atau digabungkan dengan yang lain.
  4. Jika digabungkan dengan ikan yang lain, disarankan untuk tetap mengawasi kondisi kesehatan ikan selama 7-10 hari, karena dimungkinkan timbulnya penyakit dikarenakan adanya perbedaan imunitas ikan baru dan lama
  5. Jika setelah proses penggabungan ternyata ada ikan yang sakit, Pisahkan ikan yang sakit, dan perlakukan ikan tersebut dengan melakukan langkah – langkah seperti Cara Kedua Karantina
  6. Dan seterusnya

Cara Kedua Karantina

  1. Ikan ditempatkan dalam wahana terpisah, dan hal ini harus bersifat ” tertip & disiplin ” tidak mencampurkan dengan yang lain, termasuk peralatan dan perlengkapan perikanan.
  2. Berikan Gesund Blue Magig ditambahkan Gesund Safe akan lebih baik
  3. Proses diatas ( no.1 ) idealnya minimal dilakukan selama 5-7 hari.
  4. Jika tidak ada ikan yang bermasalah, lakukan pergantian air maksimal 50%
  5. Lakukan kembali proses no. 4, beberapa kali hingga diperkirakan air tidak lagi mengandung obat ( obat kadar 0 persen )
  6. Terhitung proses no.5 selesai dilakukan, ikan tetap harus dikarantina minimal 5-7 hari. jika tidak ada kendala baru ikan dipindahkan ke wadah pemeliharaan utama atau digabungkan dengan yang lain. Dan proses karantina selesai.
  7. Jika Dalam perjalanan proses diatas ada ikan yang sakit, harus dipisahkan ke tempat wahana karantina cadangan dengan proses mulai dari awal kembali.

Hal – Hal Lain Yang Perlu Mendapat Perhatian

Makanan

Makanan Harus tetap diberikan selama masa karantina, Terutama Jika menggunakan Cara Karantina Pertama. Oleh karena hal tersebut dalam proses karantina tetap memerlukan Filter Air. Hal ini berpengaruh terhadap kondisi ikan, walaupun pemberian makanan harus dibatasi, mengingat kondisi wahana karantina memliki keterbatasan sarana Menjaga Kualitas Air Dalam Pemeliharaan Ikan.

Unit Filter – Alat Filtrasi

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, salah satu fungsi filter adalah tetap Menjaga Kualitas Air Dalam Pemeliharaan Ikan. Dikarenakan adanya keterbatasan wahana karantina ikan yang dimiliki pelaku perikanan pada umumnya. Dan dalam proses karantina melibatkan obat ikan ( terutama dengan Cara Kedua Karantina ), ada hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan filter yang digunakan. Antara lain :

  1. Filter tidak menggunakan sistem kimia umum atau menggunakan media filter kimia. Karena akan ” berperang ” dengan obat yang dapat mengakibatkan obat tidak berfungsi dan atau media filter akan rusak.
  2. Dikarenakan dipasaran sangat terbatas sekali jenis filter yang sesuai, seringkali hanya menggunakan sistem fisik yang tidak ideal, jadi mungkin memerlukan pergantian air dalam proses karantina.
  3. Dalam kondisi harus melakukan pergantian air, maka yang perlu dilakukan adalah menambahkan kembali obat sesuai dengan pergantian air. Contoh : jika mengganti air sebesar 25%, harus menambahkan kembali obat sebesar 25% dari dosis awal
  4. Untuk Sistem Filter yang ideal untuk Proses Karantina Ikan, dapat menggunakan Filter Air Plus Protein Skimmer DQFS 800
  5. Menjaga TDS tetap rendah dan hal – hal terkait lainnya, hal ini bisa dilihat pada artikel Pantangan Dalam Pengobatan Ikan serta Menjaga Kualitas

Aerasi

Aerasi juga menjadi point penting dalam keberhasilan proses karantina, untuk menjaga DO tetap tinggi dan hal – hal terkait lainnya, hal ini bisa dilihat pada artikel Pantangan Dalam Pengobatan Ikan mengingat pada umumnya wahana karatina umumnya kurang layak menunjang kehidupan ikan yang ideal.

Obat Ikan

Obat ikan seperti disebutkan pada kedua Cara Karantina ikan diatas, hanya bersifat secara umum untuk proses karantina.

  1. Jika dalam proses Karantina ada tibul penyakit yang berbeda penyebabnya dapat dipisahkan ke wahana karantina yang lain. Dan diberikan obat yang sesuai dengan Jenis Penyakit dengan cara mengetahui penyebab penyakit.
  2. Jika dalam proses karantina timbul penyakit yang parah dapat dilihat pada artikel Cara Mengobati Penyakit Parah

Kelebihan Dan Kekurangan

Diantara kedua jenis Cara Karantina Ikan seperti disebutkan diatas masing – masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Sepintas Cara Pertama Karantina memiliki waktu yang relatif lebih singkat. Namun berdasarkan pengalaman penulis, Cara Kedua Karantina kedua Nantinya yang menghasilkan proses lebih cepat dan lebih aman, terutama untuk ikan baru dari mud pond ( kolam lumpur / kolam tanah ) atau ikan yang tidak jelas asal usul nya.

Dengan memahami dan mengetahui hal – hal terbut, sebagai pelaku perikanan, kita dapat mengambil sebuah keputusan yang tepat berdasarkan alasan logis, bukan hanya berdasarkan katanya