Olie Mesin Sekilas

Olie Mesin Sekilas, ada dua kode international yang wajib diketahui pemilik kendaraan, tentang oli mesin, yaitu : SAE dan API

SAE

  • SAE (Sociaty of Automotive Engineers), SAE adalah indeks kekentalan yang dipakai internasional. contoh SAE 40 , indeks SAE semakin besar berarti oli semakin kental
  • Biasanya kode SAE diikuti huruf W (winter/musim dingin) yang berarti penggunaan sampai – 20 °C , contoh SAE 40 W
  • Setelah huruf W ada angka yang menyatakan index, contoh SAE 40 W -20
  • angka setelah huruf W adalah rentang penyesuaian kekentalan pada Temperatur tertentu. Semakin besar angka semakin kecil kemungkinan menjadi encer pada temperatur tertentu.

API

API (American Petrolium Institute), kode berdasarkan pengunaan , pada umumnya ada 2 huruf, contoh SA,

  • huruf pertama = peruntukan
  • huruf kedua = index, semakin besar ( maju ) menurut abjad huruf kedua berarti digunakan untuk mesin yang bekerja lebih berat (modern)

mesin bensin kode S

  • SA = Minyak murni tanpa bahan tambahan ( aditif ).
  • SB = Digunakan untuk mesin operasi ringan yang sedikit anti oxidant
  • SC = Oli yang mengandung detergen, dispersant, anti oxidant
  • SD = Digunakan untuk mesin beroperasi dengan temperatur tinggi,
    mengandung resisting agent, anti oxidant, dan lain-lain
  • SE = Digunakan untuk mesin beroperasi sedang dengan mengandung
    resisting agent dan anti oxidant yang lebih banyak
  • SF = Tingkat aliran tinggi dengan pemakaisn daya tahan (resistance) tinggi

mesin diesel kode C

  • CA = Digunakan untuk mesin diesel operasi ringan
  • CB = Digunakan untuk mesin diesel operasi sedang
  • CC = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan operasi temperatur sedang
  • CD = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan kandungan sulfur sedikit.

Namun saat ini ada beberapa olie mesin yang dapat digunakan untuk mesin bensin dan diesel dengan beberapa kondisi.