Elektrikal & Lighting

elektrikal & lighting

elektrikal & Lighting, topik seputar elektrikal kelistrikan dan lighting

Peralatan Perlengkapan

peralatan perlengkapan elektrikal dan lighting
lampu Ultra violet

Lampu Ultra Violet, sering juga disebut dengan beberapa nama dan istilah lain Lampu UV, UV lamp, UV Sterilizer. Dan beberapa nama dan istilah lain. Dalam pengertian sebagai peralatan dan perlengkapan pengolahan air, perangkat ini berfungsi sebagai Sterilizer. Oleh karena hal tersebut sering juga disebut dengan istilah UV Sterilizer. Lampu ini Juga termasuk Jenis Sterilizer dalam pengertian Peralatan Air dalam Water Treatment

Pengertian Fungsi Jenis Dan Penggunaan

Posisi Penempatan Lampu UV

Posisi penempatan dalam bidang water treatment, secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan penempatan posisi lampu saat pengaplikasian pada sebuah sistem water treatment dalam sebuah unit Water Management.

Hal yang dimaksud seperti berikut

Lampu UV Submersible

submersible UV lamp

Posisi Submersible adalah posisi penempatan didalam air. Pada jenis penempatan ini yang digunakan adalah jenis Lampu UV Submersible seperti terlihat pada gambar.

Jenis lampu ini, memang di design untuk pemakaian dalam air. Hanya ada perbedaan antara merek satu dengan yang lain, pada penempatan trafo. Ada yang dijadikan satu dengan bola lampu ( submersible ), ada yang dipisah dan ditempatkan diposisi atas air.

Non Submersible

Inline Pressure

inline-pressure-uv-lamp

Pada penempatan non submersible, yang banyak menjadi pilihan adalah dengan penempatan inline. Hal ini mungkin dikarenakan ketersedian unit jadi yang cukup banyak dipasaran, Seperti terlihat pada gambar.

Lampu ini sebenarnya adalah Pressure UV Lamp Tube, namun dipasaran umumnya disebut lampu Ultra Violet Tabung. Untuk jenis ini penempatan nya secara Inline, oleh karenanya sering disebut menjadi Inline UV lamp

Upper Inline

lampu Ultra violet

Untuk jenis ini penempatan sebenarnya mirip dengan penggunaan tabung inline diatas. Hanya saja untuk jenis penempatan ini dalam posisi kering, dan berada di atas saluran. Jadi banyak yang menyebut penempatan ini dengan istilahah posisi kering ( dry Position ) dan Upper Line.

Untuk penempatan posisi ini tidak disarankan untuk pemula, kecuali telah berkonsultasi dulu dengan yang berpengalaman.

Semua Jenis penempatan masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung banyak hal yang terutama adalah penggunaan dan keselarasan dengan unit pengolahan utama.

Cara Test Lampu UV

Untuk menguji Lampu UV secara benar membutuhkan alat ukur yang disebut Spektrofotometer. Alat ini mampu mengukur intensitas cahaya dan panjang Gelobang. Dengan mengetahui panjang gelombang kita biasa tahu, termasuk jenis mana lampu yang dimaksud UV-A , UV-B atau Atau UV-C.

Dalam hal sterilizer untuk air seharusnya adalah UV-C yang harus digunakan, terutama untuk sistem pressure inline. Dan perhitungan flowrate & kapasitas sinar menjadi kunci utama.

Pengujian Lampu UV Secara Manual

Banyak konsumen yang kurang dapat memahami lampu ultra violet, bahkan penulis sendiri pernah didatangi konsumen datang membawa contoh lampu uv sterilezer untuk filter air minum isi ulang nya yang rusak. Dan yang cukup mengagetkan adalah lampu yang dibawa adalah lampu akuarium submersible berwarna ungu.

Tidak semua lampu warna ungu adalah Sterilizer

Cara Test

UV- C sebagai sterilizer, cukup berbahaya, jangan dilihat secara langsung dengan mata telanjang !

Untuk menguji lampu menyala atau tidak, bisa menggunakan kertas warna putih dengan melihat pantulan sinarnya saja lewat kertas tersebut.

Untuk menguji apakah UV-C atau tidak ( tampa Spektrofotometer ). Dalam bahasa sederhana pengujian dengan rumus KR kuadrat alias kira – kira. Dengan Cara menyinarkan pada bagian tangan atau lengan sebentar. sekitar 30-45 detik. Jika tangan atau lengan terlihat seperti habis berjemur seharian ( agak menghitam ) 90 % bisa dipastikan jenis UV-C.

Artikel Tutorial Bagaimana Cara

artikel elektrikal lighting
lampu Ultra violet
submersible Ultra Violet

Pengertian umum lampu ultra violet atau sering kali di sebut lampu UV, adalah produk lampu yang menghasilkan sinar ultra violet. Sinar ultra violet sendiri memiliki kateristik khusus yang dapat di aplikasikan dalam bidang yang sangat luas.

Disini kita bahas pengertian umum saja, yang lebih mengarah pada fungsi sebagai sterilisasi atau seringkali di sebut dengan instilah sterilizer, yang mengarah pada pengaplikasian di bidang perikanan, pengolahan air dan pengolahan limbah cair atau pengolahan air limbah pada umumnya.

Pembagian Tingkatan Lampu UV

Sinar Ultra Violet sendiri berdasarkan panjang sinar gelobang dapat di klasifikasikan menjadi tiga tingkatan utama, semakin pendek gelombang sinar semakin kuat karakteristiknya.

Pada umumnya tingkatan lampu UV disebut dengan AV-A kemudian UV-B dan UV-C.

klasifikasi UV – A

panjang gelombang < 315 – 380 nm, contoh aplikasi jenis lampu UV ini misalkan lampu UV untuk mendekteksi uang asli atau palsu.

klasifikasi UV-B

panjang gelombang < 280 – 315 nm , contoh aplikasi jenis lampu ini misalkan lemari penyimpanan peralatan media ( ada juga yang pakai jenis UV-A, biasa penyimpanan berupa kaca bening tampa peredam sinar )

klasifikasi UV-C

panjang gelombang < 280 nm , cohtoh aplikasi jenis lampu ini misalakan sterilisasi air, untuk jenis UV-C paling kuat

Setiap pengaplikasian tentu memerlukan perhitungan dan tehnis tertentu agar tercapai maksud dan tujuan serta perhitungan faktor keamanan.

Dalam kaitan dengan bidang perikanan, pengolahan air, dan pengolahan limbah cair atau pengolahan air limbah pada umumnya, umumnya ada ada 2 sistem yang sering digunakan, yakni :

Lampu UV Submersible

Lampu UV submersible, atau sering juga disebut lampu UV celup,

Lampu UV Pressure

Lampu UV Pressure dan lampu UV model pressure UV lamp, atau sering juga di sebut Lampu UV tabung.


Setiap model atau sistem masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan, demikian pula perhitungan kebutuhan kapasitas lampu UV yang dibutuhkan. Faktor yang paling menentukan adalah :

  • daya & panjang pendek gelombang UV itu sendiri seperti dijelaskan sebelumnya
  • jarak radiasi
  • nilai parameter fluida yang di maksud, misal kekeruhan dan lainnya
  • tenggang waktu radiasi atau lama kontak
  • dan beberapa faktor lain

Dari uraian diatas mungkin bisa disimpulkan juga sistem UV submersible dibanding sistem UV pressure, memiliki perhitungan yang berbeda, atau dalam contoh sederhana misalakan dengan sistem UV pressure memerlukan UV 55 watt jika menggunakan sistem UV submersible BUKAN 55 watt.

Dengan uraian diatas semaga dapat membantu menentukan pilihan sistem lampu UV mana yang sesuai dengan kebutuhan yang kita rencanakan.

Untuk detail lebih jelas dapat dilihat pada laman lampu UV

cara hitung power supply

Cara menentukan kebutuhan Power Supply, power Supply ( SMPS – Switching Mode Power Supply) adalah alat untuk mengubah tegangan arus listrik AC, yang sehari-hari kita pakai menjadi tegangan arus listrik DC (Direct Current). Banyak juga yang mengenal alat ini dengan nama adaptor, trafo, dan beberapa istilah lain. Menghitung kebutuhan Power Supply yang cocok untuk kebutuhan dc 12 volt ( bisa juga 24 volt atau lainnya ) bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Menentukan Tenaga Yang Dibutuhkan

uwl - lampu kolam
  • Tentukan Tenaga yang diperlukan, misalkan pada pemakaian lampu dalam air aire uwl – 001 , contoh:
  • lampu pakai 10 watt, 1 unit, kebutuhan total 10 watt
  • lampu pakai 10 watt, 5 unit, kebutuhan total 50 watt

kita ambil contoh pemakaian 5 unit @10 watt, jadi perlu daya 50 watt . jadi power supply yang diperlukan bisa di hitung dengan rumus sbb,
ampere = watt / voltase
= 50 watt / 12
= 4.1 ampere

Untuk teman – teman yang kurang terbiasa dengan kelistrikan mungkin memerlukan perhitungan diatas, karena pada umunya produk yang tersedia dipasaran ada yang menggunakan spesifikasi satuan Ampere atau Watt

Penyesuaian kapasitas Power Supply

Kapasitas Minimal

Power supply umumnya tidak dapat memiliki efisiensi 100%, untuk power supply yang berkualitas baik umumnya efisiensinya hanya sekitar 80% . Jadi kapasitas power supply yang diperlukan untuk contoh diatas adalah

kebutuhan minimal = ( 50 watt x 100 ) / 80 = 62,5 watt atau 5,20 ampere

Kapasitas ideal

  • Setelah kita tahu menghitung kapasitas ideal, sekarang kita perhitungkan hal – hal lain yang berpengaruh terhadap kebutuhan power supply yang ideal, diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Sesuai penjelasan diatas tentang kebutuhan minimal , setelah kita tahu kebutuhan minimal, untuk menjaga agar power supply tidak cepat rusak sebaiknya tidak menggunakan hingga diatas 70 % dari kebutuhan minimal diatas
  • mengingat banyaknya tingkatan kualitas produk yang tersedia di pasar
  • terkait dengan Kabel, panjang kabel, jenis kabel dan lain berkenaan dengan instasi dan lain – lain, yang juga berpengaruh

Penulis menyarakan menggunakan power supply 2 kali lipat dari kebutuhan, terutama untuk ligthing dengan gaya dinamis. seperti contoh diatas kebutuhan 50 watt, idealnya kita memakai 100 watt. Kurang lebih seperti diatas cara menentukan kebutuhan power supply menurut penulis.

Topik Lain

Section Lain