Aeromonas

aeromonas penyakit ikan

Penyakit Ikan Aeromonas

Penyakit ikan Aeromonas, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Aeromonas hyrophilia. Biasanya penyakit akan di ikuti timbulnya penyakit susulan, serperti blood streaks, fin rot, tail rot, body rot, dan lain – lain, sebagai penyakit sekunder. Pada umumnya timbul karena lingkungan hidup yang kurang baik.

Pengobatan untuk penyakit ikan aeromonas ini gampang – gampang susah, karena memerlukan tingkat kesabaran tinggi. Sulit diberantas tuntas ( sering terjadi efek ping pong ). Pengobatan secara instant dapat dilakukan namun biasanya akan timbul kembali, pada ikan yang lain. Kemudian ikan yang sudah sembuh akan terjangkit kembali baik penyakit utama atau sekunder ( efek ping pong ).

Jika tidak cepat mengobati dalam waktu singkat semua ikan terjangkiti dan mengakibatkan kematian masal. Sangat dianjurkan untuk melakukan pengobatan secara tuntas. Karena jenis penyakit ini cepat berkembang, dan sering menimbulkan ” penyakit susulan ” atau sekunder seperti telah dijelaskan.

Sangat dianjurkan untuk mengganti semua media filter. Atau mencuci media filter dengan cara perendaman dengan menggunakan GESUND BLUE MAGIG . Dengan menambah dosis 1½ sd 2 kali dosis maksimal.

Hal ini tidak berlaku untuk media filter kimia contoh karbon dan lain lain. Ini perlu dilakukan untuk menghindari efek ping pong terjadi seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Tanda – Tanda

  • Tanda – tanda awal ikan sering flashing ( bergerak dengan cepat secara tiba – tiba )
  • menggesekkan badan ke tepi kolam / akuarium
  • atau sering lompat ke atas permukaan untuk ikan ikan tertentu ( contoh ikan koi ) dan lain lain
  • seperti ciri – ciri ikan terkena penyakit yang disebabkan parasite ( misal kutu ). Namun jika diperhatikan secara visual pada badan tidak terdapat tanda – tanda penyakit parasit.
  • Pada tahap selanjutnya sirip atau ekor terlihat lebih suram dari biasanya. Kemudian membusuk dan terlihat seperti bekas luka berdarah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
  • Jika sudah menyebar keseluruh tubuh ikan mengalami iritasi / memerah ( seperti lebam bekas terpukul ). Terlihat guratan guratan merah memanjang ( pembuluh darah terlihat memerah sehingga mudah terlihat ) itu pertanda ikan sudah terjangkiti cukup parah.
  • Pada tingkat akut ikan akan tidak bergerak sedikitpun hingga ke ekor maupun sirip. Jika dipegang kulit ikan terasa sangat kasar ( seperti kertas gosok ). Jika sudah mencapai tingkat ini disarankan selain pengobatan yang dilakukan, juga di bantu dengan DOA. Terutama ikan yang mudah stress seperti ikan koi. Karena berdasarkan pengalaman penulis penyakit ini menduduki peringkat kedua dalam tingkat kesulitan penyembuhan penyakit ikan secara umum. ( peringkat pertama diraih dan diduduki oleh penyakit KHV yang biasa meyerang ikan koi dan sejenis )

Pengobatan

Menggunakan GESUND BL 250 atau menggunakan GESUND BLUE MAGIG dicampur GESUND SAFE untuk kasus tanda – tanda awal terjangkiti ( gejala awal ). Jika anda kurang memahami penyakit ikan dan gejala sangat dianjurkan untuk langsung menggunakan GESUND BL 250.

Untuk fase lanjutan setelah fase awal ( terjangkit ) dapat di treatment dengan GESUND BL 250. Kemudian di dalam tempat pemelihraan ( kolam / akuarium atau tempat karantina ) diberikan GESUND BLUE MAGIG.

Untuk Fase parah ( akut ) bisa di lihat pada artikel lain dengan judul Cara Penyembuhan Penyakit Akut Pada Ikan

Cara menentukan kebutuhan Power Supply

cara hitung power supply

Cara menentukan kebutuhan Power Supply, power Supply ( SMPS – Switching Mode Power Supply) adalah alat untuk mengubah tegangan arus listrik AC, yang sehari-hari kita pakai menjadi tegangan arus listrik DC (Direct Current). Banyak juga yang mengenal alat ini dengan nama adaptor, trafo, dan beberapa istilah lain. Menghitung kebutuhan Power Supply yang cocok untuk kebutuhan dc 12 volt ( bisa juga 24 volt atau lainnya ) bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Menentukan Tenaga Yang Dibutuhkan

uwl - lampu kolam
  • Tentukan Tenaga yang diperlukan, misalkan pada pemakaian lampu dalam air aire uwl – 001 , contoh:
  • lampu pakai 10 watt, 1 unit, kebutuhan total 10 watt
  • lampu pakai 10 watt, 5 unit, kebutuhan total 50 watt

kita ambil contoh pemakaian 5 unit @10 watt, jadi perlu daya 50 watt . jadi power supply yang diperlukan bisa di hitung dengan rumus sbb,
ampere = watt / voltase
= 50 watt / 12
= 4.1 ampere

Untuk teman – teman yang kurang terbiasa dengan kelistrikan mungkin memerlukan perhitungan diatas, karena pada umunya produk yang tersedia dipasaran ada yang menggunakan spesifikasi satuan Ampere atau Watt

Penyesuaian kapasitas Power Supply

Kapasitas Minimal

Power supply umumnya tidak dapat memiliki efisiensi 100%, untuk power supply yang berkualitas baik umumnya efisiensinya hanya sekitar 80% . Jadi kapasitas power supply yang diperlukan untuk contoh diatas adalah

kebutuhan minimal = ( 50 watt x 100 ) / 80 = 62,5 watt atau 5,20 ampere

Kapasitas ideal

  • Setelah kita tahu menghitung kapasitas ideal, sekarang kita perhitungkan hal – hal lain yang berpengaruh terhadap kebutuhan power supply yang ideal, diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Sesuai penjelasan diatas tentang kebutuhan minimal , setelah kita tahu kebutuhan minimal, untuk menjaga agar power supply tidak cepat rusak sebaiknya tidak menggunakan hingga diatas 70 % dari kebutuhan minimal diatas
  • mengingat banyaknya tingkatan kualitas produk yang tersedia di pasar
  • terkait dengan Kabel, panjang kabel, jenis kabel dan lain berkenaan dengan instasi dan lain – lain, yang juga berpengaruh

Penulis menyarakan menggunakan power supply 2 kali lipat dari kebutuhan, terutama untuk ligthing dengan gaya dinamis. seperti contoh diatas kebutuhan 50 watt, idealnya kita memakai 100 watt. Kurang lebih seperti diatas cara menentukan kebutuhan power supply menurut penulis.